Pangandaran, inakor.id – Pengembalian dana tabungan siswa di sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, kembali dilakukan. Pada Jumat (26/6/2026), dana tabungan senilai Rp190 juta diserahkan kepada sembilan sekolah untuk selanjutnya disalurkan kepada para siswa maupun orang tua.

Penyerahan dana berlangsung di Kantor Hukum AV & Partners, Parigi. Proses tersebut disaksikan langsung oleh kepala sekolah dari masing-masing SD sebagai bentuk transparansi sebelum dana diterima oleh para pemiliknya.

banner 336x280

Kuasa hukum para orang tua siswa, Ade Jenal Mutaqin atau yang dikenal dengan sapaan Ade Vampir, mengatakan pengembalian dana tersebut merupakan tahap kedua pada tahun ini. Sebelumnya, pengembalian tahap pertama telah dilaksanakan pada Mei 2026.

“Alhamdulillah, proses pengembalian terus berjalan. Setelah tahap pertama pada Mei, hari ini kami kembali menyerahkan dana kepada sembilan sekolah. Harapan kami, seluruh persoalan ini segera selesai sehingga semua hak siswa dapat diterima,” ujar Ade.

Ia menegaskan, tim kuasa hukum masih terus melakukan upaya penagihan kepada anggota koperasi yang belum menyelesaikan kewajibannya.

“Uang ini adalah milik masyarakat, khususnya tabungan para siswa. Karena itu kami akan terus berupaya agar seluruh kewajiban dapat dipenuhi sehingga dana bisa segera dikembalikan kepada para orang tua,” katanya.

Ade juga mengimbau anggota koperasi yang masih memiliki tunggakan agar segera melakukan pembayaran. Menurutnya, setiap dana yang berhasil dihimpun akan langsung digunakan untuk mengembalikan tabungan para siswa.

Selain itu, ia mengingatkan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah. Namun, ia menilai kasus ini berpotensi masuk ke ranah pidana apabila ada laporan dari masyarakat, terutama apabila terdapat persoalan terkait dasar hukum penghimpunan dana tabungan yang disalurkan melalui koperasi.

“Kalau ada orang tua yang melapor, persoalan ini bisa masuk ke ranah pidana. Karena itu kami berharap semua pihak mengedepankan penyelesaian secara baik agar hak para siswa segera terpenuhi,” ucapnya.

Salah seorang orang tua siswa, Yanti Sulasari, warga Desa Kondangjajar, mengaku lega setelah tabungan anaknya akhirnya dapat diterima kembali.

“Alhamdulillah, saya sangat senang karena uang tabungan anak akhirnya bisa kembali. Dari awal memang uang itu kami siapkan untuk kebutuhan sekolah anak,” katanya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Kondangjajar, Anto Subronto, menyambut baik dimulainya proses pengembalian dana tersebut. Ia mengatakan, kabar itu menjadi angin segar bagi para orang tua yang telah lama menunggu.

“Alhamdulillah, tabungan siswa mulai bisa dikembalikan. Sejak pagi hingga sore ini sudah ada sejumlah orang tua yang menerima haknya,” ujar Anto.

Ia berharap proses pengembalian dapat terus berlanjut hingga seluruh dana tabungan siswa yang masih tertunda dapat diselesaikan.

“Kami bersama tim advokasi akan terus berupaya mencari solusi agar seluruh dana tabungan dapat dikembalikan kepada para pemiliknya tanpa hambatan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Guru SD Negeri 2 Kondangjajar, Uun Unasih. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu mempercepat proses pencairan tabungan siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya hari ini banyak orang tua yang bisa menerima kembali tabungan anak-anak mereka. Semoga seluruh proses ini berjalan lancar hingga semua hak siswa terpenuhi,” tuturnya.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280