Pangandaran, inakor.id – PSDKU Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui partisipasi aktif dosen dan mahasiswa dalam kegiatan Gebyar Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Kantor Administrasi Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Cikidang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, tersebut merupakan bagian dari Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

banner 336x280

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya konsumsi tembakau sekaligus memperkuat dukungan terhadap implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Pangandaran.

PSDKU Unpad Pangandaran mengirimkan delegasi yang terdiri dari dosen Fakultas Keperawatan Donny Nurhamsyah, dosen Fakultas Peternakan Firman Febrianto, serta 17 mahasiswa dari kedua program studi tersebut.

Kehadiran sivitas akademika Unpad menjadi bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti peserta dari berbagai instansi, organisasi, dan masyarakat umum sebagai bentuk kampanye aktivitas fisik dan penerapan pola hidup sehat.

Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi mengenai bahaya merokok dan implementasi Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Materi disampaikan oleh Yudi Rachman, dari Persatuan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Kabupaten Ciamis serta Dian Rostina, Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan dampak penggunaan produk tembakau terhadap kesehatan, mulai dari meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, kanker, gangguan pernapasan kronis, hingga dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan akibat kebiasaan merokok.

Selain itu, peserta juga mengikuti sesi praktik dan simulasi mengenai strategi membantu seseorang berhenti merokok. Materi meliputi teknik konseling sederhana, perubahan perilaku, serta dukungan sosial yang dapat diberikan keluarga maupun lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari kampanye lapangan, seluruh peserta turut melakukan penyebarluasan informasi kesehatan kepada masyarakat di sekitar kawasan Cikidang. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi kesehatan sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Partisipasi aktif delegasi Unpad terlihat dalam berbagai sesi diskusi dan tanya jawab. Keaktifan tersebut bahkan membuahkan hasil dengan diraihnya sejumlah doorprize yang disediakan panitia.

Dosen pendamping Fakultas Keperawatan PSDKU Unpad Pangandaran, Donny Nurhamsyah, menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam membentuk kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung program kesehatan masyarakat.

“Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan promosi kesehatan di masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dalam melakukan edukasi kesehatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta memahami berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi di lapangan,” ujar Donny.

Menurutnya, pengendalian konsumsi tembakau tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat hingga generasi muda sebagai agen perubahan.

“Pengendalian tembakau memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup tanpa rokok,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pembangunan kesehatan. Keterlibatan mahasiswa dari Fakultas Keperawatan dan Fakultas Peternakan menunjukkan bahwa isu kesehatan masyarakat membutuhkan kontribusi dari berbagai bidang ilmu.

Kegiatan Gebyar Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya rokok sekaligus membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Melalui partisipasi aktif sivitas akademika PSDKU Universitas Padjadjaran Pangandaran, diharapkan pesan hidup sehat tanpa rokok dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dan mendukung terwujudnya generasi yang sehat, produktif, serta berkualitas.***

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280