Sumedang.inakor.id- Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) membahas Laporan Akhir Feasibility Study (FS) Jalan Akses Pasir Ringkik–Batudua Kecamatan Cisitu. Pembahasan difokuskan pada hasil kajian kelayakan pembangunan jalan akses. “Termasuk kondisi trase dan status lahan, konektivitas wilayah, potensi pengembangan pariwisata, serta rencana tindak lanjut menuju penyusunan Detail Engineering Design (DED),” kata Kepala Bapperida Sajidin, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, Jalan akses Pasir Ringkik–Batudua diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah. “Mmembuka potensi Desa Cimarga dan kawasan pariwisata Jatigede, serta mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah,” katanya.
Selanjutnya, terang dia, proses perencanaan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran dan aspek pengelolaan tanah desa. Bapperida Sumedang terus mendorong agar hasil kajian dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan melalui tahapan perencanaan dan pembangunan yang terarah.
Jarak dari pertigaan Pasir Ringkik, Desa Cinangsi ke Desa Cimarga mencapai dari 10 km. Dari perkampungan di Desa Cimarga untuk menuju ke Batudua belok kanan menuju ke Petilasan Prabu Tajimalela. Sementara kalua jalan lurus menuju ke perkampungan paling ujung Dusun Cakrawati.
Tahun 2020 dari Desa Cimarga dibuka jalan menuju Desa Linggjaya dengan sumber dari Dana Desa tahun anggaran 2020 lebih dari Rp 200 juta. Pembangunan pembukaan jalan Desa Cimarga-Desa Linggajaya, lokasi Cibayawak-Sanghiang Peunteu. Jalan yang sedang dibangun ini dibuka karena kontur jalannya tidak terlalu nanjak.



Tinggalkan Balasan