Pangandaran, inakor.id – Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Kecamatan Cigugur menyatakan sikap terkait dinamika yang terjadi di tubuh Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Pangandaran.
PK KNPI Cigugur menilai polemik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir perlu segera disikapi secara serius agar tidak semakin melebar dan berdampak terhadap jalannya pembinaan kepemudaan di tingkat kecamatan.
Pengurus PK KNPI Kecamatan Cigugur, Zenzen, mengatakan persoalan yang awalnya muncul berkaitan dengan isu personal Ketua DPD KNPI Pangandaran, Wahyu Hidayat, kini telah berkembang menjadi persoalan yang menyentuh ranah kelembagaan.
Menurutnya, penggunaan atribut organisasi dalam sejumlah unggahan yang beredar di ruang publik turut memperbesar perhatian masyarakat terhadap persoalan tersebut.
“Terlepas dari persoalan pribadi yang disampaikan sudah selesai, kami melihat dampaknya telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Ketika atribut organisasi ikut terbawa, persoalannya tidak lagi semata-mata menjadi urusan pribadi, tetapi sudah menyentuh marwah dan nama baik kelembagaan,” ujar Zenzen, Selasa (1/9/2026).
Selain persoalan tersebut, Zenzen juga menyoroti munculnya ketidakpuasan dari sejumlah elemen internal KNPI. Salah satunya berkaitan dengan adanya mosi tidak percaya dari SAPMA Pemuda Pancasila yang menyoroti persoalan konsolidasi serta kemitraan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran.
Desakan untuk mengambil langkah tegas juga sebelumnya disuarakan PK KNPI Parigi. Di sisi lain, Ketua DPD KNPI Pangandaran telah menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi mengenai persoalan yang berkembang, termasuk terkait kendala anggaran hibah daerah.
Namun, menurut Zenzen, berbagai klarifikasi tersebut belum sepenuhnya mampu meredam perdebatan di ruang publik.
“Yang menjadi kekhawatiran kami adalah ketika perbedaan pandangan dan persoalan internal terus dibawa ke ruang publik. Kalau tidak segera diredam, ini bisa berkembang menjadi krisis kepercayaan dan keteladanan di dalam organisasi,” katanya.
Zenzen menegaskan, kondisi tersebut jangan sampai mengganggu fungsi KNPI sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan dan ruang pembinaan generasi muda di Kabupaten Pangandaran.
Menurut dia, Pengurus Kecamatan merupakan salah satu bagian penting dalam menjalankan aktivitas kepemudaan di tingkat bawah. Karena itu, dinamika di tingkat kabupaten diharapkan tidak menghambat program dan aktivitas kepemudaan di kecamatan.
“Jangan sampai persoalan di tingkat elite organisasi justru membuat ruang gerak teman-teman di kecamatan menjadi terganggu. Kami ingin KNPI kembali fokus pada kerja-kerja kepemudaan dan memberikan manfaat bagi generasi muda Pangandaran,” ucapnya.
Menyikapi kondisi tersebut, PK KNPI Cigugur mendorong seluruh elemen organisasi untuk mengedepankan dialog internal sebagai jalan penyelesaian.
Zenzen meminta fungsionaris DPD KNPI, organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang berhimpun di KNPI, serta seluruh Pengurus Kecamatan untuk menurunkan ego dan membuka ruang komunikasi secara sehat, objektif, dan terbuka.
“Kami mendorong semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperpanjang perang narasi di ruang publik. Kalau ada persoalan organisasi, mari kita selesaikan melalui mekanisme organisasi dan duduk bersama,” ujarnya.
Selain mendorong dialog, PK KNPI Cigugur juga meminta Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kabupaten Pangandaran mengambil peran lebih aktif dalam menyikapi dinamika yang terjadi.
Zenzen menilai MPI memiliki posisi strategis karena di dalamnya terdapat para tokoh senior kepemudaan yang dapat menjadi mediator sekaligus fasilitator dalam mencari jalan keluar atas persoalan internal organisasi.
“Kami meminta MPI tidak tinggal diam. Dalam situasi seperti ini, MPI memiliki posisi yang sangat strategis untuk mempertemukan pihak-pihak yang sedang berbeda pandangan, membuka komunikasi yang tersumbat, dan membantu mencari solusi yang terbaik bagi organisasi,” katanya.
Ia berharap MPI dapat segera memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama dan mencari penyelesaian secara organisatoris.
“Pemuda Pangandaran membutuhkan kepastian arah gerak organisasi. Yang dibutuhkan saat ini bukan saling menyalahkan, tetapi langkah nyata untuk mengembalikan soliditas KNPI dan memastikan organisasi tetap bekerja untuk kepentingan pemuda,” pungkas Zenzen.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan