Pangandaran, inakor.id – Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memastikan pemenuhan layanan pendidikan bagi tiga anak usia sekolah yang tinggal di wilayah Kabupaten Pangandaran, meski berdasarkan data kependudukan ketiganya tercatat sebagai warga asal Bekasi.

Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriyadi, mengatakan pemerintah daerah memiliki kewajiban memberikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang pendidikan kepada setiap anak yang telah memasuki usia sekolah.

banner 336x280

Dari tiga anak tersebut, Apivah kini mendapatkan layanan pendidikan di TK PGRI Tunas Jelita, sementara Adit dan Aulia bersekolah di SDN 3 Pangandaran.

“Ketiganya kita urus sesuai dengan kapasitas kita di Dinas Pendidikan untuk memberikan layanan pendidikan. Kita memberikan layanan pendidikan itu dengan menyekolahkan ketiga anaknya di sekolah,” ujar Soleh saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, selain memfasilitasi akses pendidikan, Disdikpora juga berkolaborasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran untuk membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah bagi ketiga anak tersebut.

Bantuan yang diberikan meliputi pakaian sekolah, sepatu, tas, buku, serta berbagai kebutuhan sekolah lainnya.

Pemerintah juga berencana berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk membantu memenuhi kebutuhan uang jajan bagi anak-anak tersebut.

“Termasuk insya Allah kita berkolaborasi juga dengan sekolah untuk bisa memberikan uang jajan. Jadi asal anaknya datang ke sekolah, kita kasih ataupun berikan uang jajan untuk anak-anak tersebut,” katanya.

Soleh menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memenuhi amanat undang-undang terkait Standar Pelayanan Minimum bidang pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang telah memasuki usia sekolah.

“Alhamdulillah kita fasilitasi bekerja sama dengan PGRI Kabupaten Pangandaran. Kita memberikan bantuan keperluan sekolah, dari baju, sepatu, kemudian tas, buku dan yang lainnya,” ungkapnya.

Berita sebelumnya : https://inakor.id/disdikpora-pangandaran-bergerak-usai-temukan-dua-anak-belum-mengenyam-pendidikan/

Ia mengaku bersyukur melihat antusiasme ketiga anak tersebut setelah mendapatkan kesempatan untuk bersekolah. Bahkan, orang tua mereka menyampaikan rasa bahagia melihat anak-anaknya begitu bersemangat mengikuti kegiatan belajar.

“Orang tuanya sangat bahagia sekali. Malah anak-anaknya suka cerita sekali. Kemarin ada tanggapan dari anak dan orang tuanya, bahwa anak-anak itu sudah dari jam 5 subuh sudah mandi, sudah berpakaian sekolah,” tuturnya.

Melihat antusiasme tersebut, Soleh berharap Apivah, Adit, dan Aulia dapat menjalani pendidikan dengan nyaman, menyenangkan dan bahagia.

“Kita berharap ke depan Apivah, Adit dan Aulia bisa melaksanakan pendidikan dengan menyenangkan, dengan bahagia. Kita dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran, dalam hal ini Dinas Pendidikan, tetap memantau sampai mudah-mudahan ketiga anak ini bisa menyelesaikan pendidikannya,” pungkas Soleh.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280