BANDUNG, INAKOR.ID – Upaya menumbuhkan budaya membaca sekaligus memperluas wawasan masyarakat terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusip) Jawa Barat. Salah satunya melalui penyelenggaraan Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 September 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Dispusip Jawa Barat, Jalan Kawaluyaan Nomor 4, Kota Bandung, tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Gemar Membaca dengan mengangkat tema “Mengenal Masa Lalu, Membangun Masa Depan.”
Festival dikemas dengan berbagai kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan minat baca, tetapi juga memberikan ruang bagi pelajar dan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan kreativitas, menikmati seni dan budaya, serta mengenal potensi ekonomi masyarakat.
Sejumlah pelajar tingkat SMA dan SMK dari berbagai daerah di Jawa Barat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para pelajar menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang dapat mendukung pengembangan pengetahuan dan kreativitas generasi muda.
Selain kegiatan membaca dan pengenalan literasi, para siswa juga mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital, salah satunya melalui pengenalan dan pendidikan konten kreator.
Materi tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan media digital yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda. Melalui kegiatan ini, para pelajar diperkenalkan pada pemanfaatan ruang digital secara kreatif dan produktif.
Rangkaian Festival Literasi juga menghadirkan beragam agenda yang dapat diikuti oleh masyarakat. Di antaranya bedah buku, gelar wicara, pemutaran film, festival band, serta pentas seni dan budaya.
Beragam kegiatan tersebut membuat festival tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh informasi melalui buku, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan apresiasi terhadap karya, gagasan, seni, dan budaya.
Kegiatan semakin semarak dengan hadirnya bazar buku dan kearsipan. Pengunjung dapat melihat serta mengenal berbagai koleksi dan produk yang berkaitan dengan literasi dan kearsipan.
Di sisi lain, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan festival. Para pelaku usaha diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang berkunjung.
Tidak hanya produk UMKM, masyarakat juga dapat menikmati bazar kuliner serta memperoleh berbagai kebutuhan sehari-hari melalui bazar sembako, buah-buahan, dan sayuran.
Dengan konsep yang memadukan literasi, edukasi, kreativitas, seni, budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat, Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu kegiatan.
Momentum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perpustakaan dapat memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Perpustakaan bukan hanya tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, tetapi juga dapat menjadi ruang bertukar pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan membangun interaksi sosial.
Bagi kalangan pelajar, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia literasi sekaligus mengembangkan potensi di bidang seni, musik, komunikasi, dan kreativitas digital.
Sementara bagi masyarakat dan pelaku UMKM, kehadiran bazar menjadi ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun interaksi dengan pengunjung.
Melalui Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan tersebut, Dispusip Jawa Barat menghadirkan berbagai kegiatan dalam satu rangkaian yang diharapkan dapat memperkuat budaya membaca sekaligus membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi masyarakat.
Tema “Mengenal Masa Lalu, Membangun Masa Depan” menjadi pesan penting bahwa literasi dan pengetahuan memiliki keterkaitan dengan proses memahami perjalanan masa lalu sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat tidak hanya diajak untuk berkunjung ke perpustakaan, tetapi juga menikmati berbagai kegiatan edukatif dan kreatif yang dikemas dalam suasana festival.
Dengan demikian, peringatan Bulan Gemar Membaca di Jawa Barat diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca, memperluas akses terhadap pengetahuan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan literasi.***
(Wawat S)



Tinggalkan Balasan