Pangandaran, inakor.id – Peringatan Milangkala ke-44 tahun Desa Pangandaran menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kemandirian desa, serta mendorong masyarakat agar lebih aktif memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki, khususnya sektor pariwisata.

Kepala Desa Pangandaran, Adi Fitriadi, mengatakan, Milangkala ke-44 bukan sekadar peringatan bertambahnya usia desa, tetapi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan desa, menghargai perjuangan para pendahulu, sekaligus menatap masa depan dengan semangat kebersamaan.

banner 336x280

Ia mengangkat semangat “Ngahiji pikeun Pangandaran anu langkung maju, mandiri sareng sejahtera.”

Kepala Desa Pangandaran, Adi Fitriadi, S.HP., memegang bendera saat mengikuti jalan sehat dalam rangkaian Milangkala ke-44 Desa Pangandaran di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Senin (21/9/2026). Foto : Agit/ Inakor
Kepala Desa Pangandaran, Adi Fitriadi, S.HP., memegang bendera saat mengikuti jalan sehat dalam rangkaian Milangkala ke-44 Desa Pangandaran di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Senin (21/9/2026). Foto : Agit/ Inakor

Menurut Adi, ngahiji berarti bersatu. Pembangunan desa tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah desa, tetapi membutuhkan kebersamaan antara pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, dan seluruh warga.

Sementara makna lebih maju, kata Adi, diwujudkan melalui upaya bersama meningkatkan kualitas pelayanan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta mengembangkan potensi Desa Pangandaran sebagai bagian dari kawasan pariwisata.

Sedangkan mandiri dimaknai sebagai kemampuan desa untuk menggali dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari UMKM, pariwisata, ekonomi masyarakat hingga sumber daya desa.

“Dan pada akhirnya, semua pembangunan tersebut kita arahkan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan sosial, lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Adi.

Sejumlah warga dan siswa SD mengikuti rangkaian senam dan jalan sehat dalam peringatan Milangkala ke-44 Desa Pangandaran di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Senin (21/9/2026). Foto : Agit/ Inakor
Sejumlah warga dan siswa SD mengikuti rangkaian senam dan jalan sehat dalam peringatan Milangkala ke-44 Desa Pangandaran di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Senin (21/9/2026). Foto : Agit/ Inakor

Adi menegaskan, kemajuan Desa Pangandaran bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, melainkan merupakan hasil gotong royong seluruh masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mengembangkan potensi desa, mendukung UMKM dan pariwisata, serta terus membangun Desa Pangandaran agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

 

Dorong Warga Jadi Pelaku Usaha Pariwisata

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, yang turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Pangandaran atas perjalanan 44 tahun desa tersebut.

Menurut Ida, desa memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Kemandirian desa, kata dia, akan turut memperkuat perekonomian masyarakat.

“Desa ini merupakan miniaturnya kabupaten. Kalau desanya sudah mandiri, apalagi sudah maju, masalah perekonomiannya, insyaallah kemungkinan juga akan semakin hebat,” ujar Ida.

Ida juga menyoroti potensi wisata yang dimiliki Desa Pangandaran. Menurutnya, kondisi alam yang dimiliki Pangandaran merupakan potensi besar yang perlu terus dikembangkan dan dikelola agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap pemerintah desa tidak hanya mengembangkan destinasi yang sudah ada, tetapi juga membuka peluang lahirnya objek wisata baru yang dapat menjadi sumber pemasukan desa sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

“Saya menginginkan warga Pangandaran ini menjadi pelaku usaha, bukan penonton,” tegas Ida.

Ia pun meminta pemerintah desa menyediakan support system yang baik agar masyarakat memiliki ruang dan dukungan untuk mengembangkan usaha serta memanfaatkan peluang ekonomi dari sektor pariwisata.

 

Apresiasi Pembangunan Pangandaran

Dalam kesempatan tersebut, Ida Nurlaela turut mengapresiasi perjalanan pembangunan Kabupaten Pangandaran. Ia menyebut kontribusi para pemimpin sebelumnya, termasuk Bupati Pangandaran pertama, Jeje Wiradinata, dalam proses pembangunan daerah.

“Dulu Bupati pertama, Pak Jeje Wiradinata, telah memberikan sumbangsih tenaga, pikiran yang hebat dan luar biasa buat Pangandaran. Akhirnya Pangandaran bisa terlihat cantik seperti ini dengan pembangunannya yang luar biasa,” katanya.

 

Senam, Jalan Sehat dan Undian Hadiah

Rangkaian Milangkala ke-44 Desa Pangandaran pada Senin (21/9/2026) diisi dengan kegiatan senam dan jalan sehat yang berlangsung di kawasan Pantai Timur Pangandaran, depan Masjid Al Hikmah.

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah masyarakat serta siswa sekolah dasar (SD) yang berada di wilayah Desa Pangandaran. Suasana semakin meriah dengan undian berbagai hadiah menarik, di antaranya sepeda, sepeda listrik, serta sejumlah hadiah hiburan lainnya yang disiapkan bagi peserta.

Rangkaian kegiatan kemudian akan dilanjutkan pada malam hari dengan Tabligh Akbar yang masih digelar di lokasi yang sama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milangkala ke-44 Desa Pangandaran sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi masyarakat.

Melalui peringatan Milangkala ke-44, Desa Pangandaran diharapkan terus memperkuat semangat gotong royong, mengembangkan potensi desa, serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang menuju desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.***

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280