Pangandaran, inakor.id – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Yayan Herdiana, menegaskan bahwa Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana membentuk karakter dan mengembangkan potensi peserta didik.

“Pentas PAI bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi menjadi sarana menumbuhkan karakter, mengembangkan bakat, serta memperkuat nilai-nilai keislaman di kalangan peserta didik. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi yang berprestasi, berakhlakul karimah, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Yayan saat menghadiri Pembukaan Pentas PAI Tahun 2026 tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Pangandaran di SMP Negeri 1 Pangandaran, Sabtu (20/6/2026).

banner 336x280

Yayan hadir didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kemenag Pangandaran, Abdul Gani, Kegiatan yang digelar DPD AGPAII Kabupaten Pangandaran tersebut juga dirangkaikan dengan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPC AGPAII) se-Kabupaten Pangandaran periode 2026–2031.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, unsur Forkopimda, pengawas sekolah, pengawas PAI, kepala sekolah, pengurus AGPAII, guru pendamping, serta para peserta lomba.

Menurut Yayan, pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, spiritualitas yang kuat, serta kepedulian sosial yang tinggi.

Karena itu, lanjutnya, Pentas PAI menjadi media penting untuk mengasah kemampuan siswa dalam bidang keagamaan, seni Islami, literasi Al-Qur’an, hingga keterampilan komunikasi dan kepemimpinan.

Selain pembukaan Pentas PAI, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan DPC AGPAII se-Kabupaten Pangandaran periode 2026–2031. Yayan berharap kepengurusan baru dapat semakin memperkuat peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di sekolah.

 

“Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Kami berharap kepengurusan AGPAII yang baru mampu memperkuat sinergi, kolaborasi, dan inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di Kabupaten Pangandaran,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menegaskan bahwa pendidikan yang baik tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga beretika, bermoral, dan berkarakter kuat.

“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah bagaimana pengalaman ini mampu meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan membentuk karakter anak-anak kita,” ujar Citra.

Ia menilai Pentas PAI merupakan sarana efektif untuk mengembangkan bakat, melatih keberanian, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat nilai-nilai keislaman di kalangan pelajar.

Pentas PAI 2026 tingkat Kabupaten Pangandaran mempertandingkan berbagai cabang lomba pada jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK, di antaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Olimpiade PAI, Kaligrafi Islam, Ceramah PAI, Pidato PAI, Lomba Cerdas Cermat PAI, hingga Video Kreatif dan Poster Digital.***

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280