Pangandaran, inakor.id – Tim dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelaku usaha di kawasan Pantai Batu Hiu, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Kegiatan yang digelar pada 3 Agustus 2026 di Pendopo Wisata Pantai Batu Hiu tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertema Healthy Tourism Village. Program ini bertujuan mendorong terciptanya kawasan wisata yang bersih, sehat, aman, nyaman, serta berkelanjutan.

banner 336x280

Kegiatan dipimpin dosen Fakultas Keperawatan Unpad, Nur Maziyya, bersama tim dosen lintas disiplin dari Fakultas Keperawatan, Fakultas Peternakan, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Fakultas Keperawatan yang mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sekitar 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari perangkat desa, anggota Pokdarwis, pedagang, dosen, dan mahasiswa MBKM.

Foto bersama peserta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad dalam program Healthy Tourism Village di Pantai Batu Hiu. Foto : Dok. PSDKU Unpad Pangandaran
Foto bersama peserta kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Unpad dalam program Healthy Tourism Village di Pantai Batu Hiu. Foto : Dok. PSDKU Unpad Pangandaran

 

Dalam edukasi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep Healthy Tourism Village yang mengedepankan kebersihan, kesehatan, keamanan, kenyamanan, serta pelestarian lingkungan.

Tim juga menekankan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui pengelolaan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

“Pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya melalui pemilahan sejak awal. Dengan cara tersebut, proses pengolahan maupun pemanfaatan kembali sampah akan lebih mudah dilakukan,” ujar Nur Maziyya dalam kegiatan tersebut.

Mahasiswa MBKM turut memberikan demonstrasi pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik hingga residu. Peserta juga diajak memahami pentingnya pemilahan sebagai langkah awal membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, tim memperkenalkan potensi pemanfaatan limbah batok kelapa muda yang selama ini menjadi salah satu jenis sampah dominan di kawasan Pantai Batu Hiu.

Berbagai contoh produk kerajinan dari batok kelapa diperlihatkan kepada peserta. Limbah tersebut dinilai memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai guna sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Limbah batok kelapa yang selama ini menjadi salah satu sampah di kawasan wisata dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” kata Nur Maziyya.

Pantai Batu Hiu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Pangandaran yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Namun, meningkatnya aktivitas wisata juga beriringan dengan bertambahnya volume sampah, terutama sampah plastik dan limbah batok kelapa muda.

Karena itu, pengelolaan sampah dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan kawasan wisata.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga aktif berdiskusi mengenai praktik pemilahan sampah, pengelolaan limbah, hingga peluang pemanfaatan batok kelapa sebagai produk bernilai ekonomi. Peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan yang lebih intensif.

Program tersebut turut mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi layak, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui program Healthy Tourism Village, Fakultas Keperawatan Unpad berharap gerakan “Sahabat Pilah” dapat berkembang menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.

“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku wisata, pedagang, masyarakat, dan wisatawan diharapkan mampu memperkuat upaya mewujudkan Healthy Tourism Village, sehingga Pantai Batu Hiu tidak hanya menjadi destinasi yang indah dan nyaman, tetapi juga bersih, sehat, lestari, dan berkelanjutan,” tutur Nur Maziyya.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280