Cimahi, Inakor.id – Wali Kota Ngatiyana memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang dirangkaikan dengan pelepasan Tim Pemeriksa Hewan Kurban di Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (20/5/2026).
Momentum tersebut tidak hanya menjadi pengingat semangat nasionalisme, tetapi juga ajang memperkuat kepedulian sosial dan perlindungan hak masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Ngatiyana menegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus membangun kepedulian, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ngatiyana menegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan ataupun pengingat sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 1908.
Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi refleksi bersama agar semangat persatuan, nasionalisme, dan transformasi kolektif terus hidup dalam setiap pengabdian kepada masyarakat.
“Tahun ini tema Hari Kebangkitan Nasional adalah ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’. Tema ini menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan kita menjaga generasi muda, membangun sumber daya manusia unggul, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang kuat dan adaptif,” ujar Ngatiyana di hadapan peserta upacara.
Ia juga mengaitkan semangat kebangkitan nasional dengan peringatan Hari Kearsipan ke-55 Tahun 2026 yang mengusung tema “Empowering The Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam pandangannya, arsip bukan hanya tumpukan dokumen, melainkan memori kolektif bangsa yang menjadi fondasi akuntabilitas negara.
Ngatiyana menilai, tata kelola pemerintahan modern tidak akan berjalan baik tanpa budaya tertib arsip dan pengelolaan data yang profesional. Karena itu, ia mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi untuk membangun budaya kerja yang cepat, inovatif, namun tetap kuat dalam dokumentasi dan pengelolaan informasi publik.
“Kita tidak bisa berbicara tentang transformasi digital dan pelayanan publik modern tanpa didukung budaya tertib arsip. Negara yang mampu mengelola arsipnya akan mampu mengendalikan masa depannya,” katanya.



Tinggalkan Balasan