Pangandaran, inakor.id – Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, dipadati ribuan penonton saat penyelenggaraan Indonesia Derby 2026, Minggu (26/7/2026). Kejuaraan nasional yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Horse Racing (IHR) 2026 itu mempertemukan 158 kuda pacu dari berbagai daerah di Indonesia dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar.
Daya tarik utama kejuaraan ini tidak hanya terletak pada persaingan antarkuda pacu, tetapi juga lokasi lintasan yang berada di kawasan pesisir. Arena Legokjawa dikenal sebagai satu-satunya gelanggang pacuan kuda di Indonesia yang berdampingan langsung dengan pantai, menghadirkan suasana berbeda bagi atlet, pemilik kuda, maupun penonton.
Chief Executive Officer (CEO) SARGA.CO, Nugdha Achadie, menjelaskan penyelenggaraan Indonesia Derby merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali olahraga pacuan kuda melalui konsep yang memadukan kompetisi dan hiburan. Menurutnya, kejuaraan tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi pacuan kuda sebagai olahraga tradisional yang memiliki nilai prestasi sekaligus potensi ekonomi.

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia Derby di Pangandaran merupakan salah satu seri dalam kalender resmi Indonesia Horse Racing (IHR) 2026.
Sebelumnya, rangkaian kejuaraan telah berlangsung di sejumlah daerah melalui ajang Jateng Derby, Triple Crown Seri 1, Piala Raja Mangkunegara, Triple Crown Seri 2, hingga Piala Pekalongan.
Sementara itu, Ketua Komisi Pacu PP PORDASI, M. Munawir, mengatakan Kejurnas Seri 1 Indonesia Derby menjadi bagian penting dari agenda tahunan organisasi. Seri pertama di Pangandaran mempertandingkan kategori kelompok umur, sedangkan seri berikutnya dijadwalkan berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, untuk kategori kelompok ketinggian.
Menurutnya, hasil dari kedua seri tersebut akan diakumulasikan sebagai penentu peraih Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.
Vice President Marketing & Operation SARGA.CO, Kevin Jonathan, mengungkapkan kejuaraan tahun ini diikuti 158 ekor kuda dari 13 provinsi. Kontingen berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Selatan.
Selain memperebutkan total hadiah Rp1 miliar, penyelenggara menghadirkan konsep Summer Race yang dikemas sebagai hiburan keluarga. Beragam aktivitas disiapkan bagi pengunjung, mulai dari area santai, Coconut Party, wahana hiburan, hingga penampilan bintang tamu yang turut memeriahkan suasana.
Untuk menjangkau penonton lebih luas, seluruh rangkaian perlombaan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Indonesia Horse Racing dengan komentar berbahasa Inggris. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari promosi olahraga pacuan kuda Indonesia kepada masyarakat internasional.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang turut hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat.
Namun, ia menilai penyelenggaraan ke depan perlu diimbangi dengan peningkatan fasilitas pendukung, seperti pengaturan arus lalu lintas, penyediaan area parkir, kebersihan lingkungan, serta sistem pengelolaan sampah agar kenyamanan pengunjung semakin terjaga.
Susi juga berpandangan Indonesia Derby memiliki peluang besar berkembang menjadi agenda sport tourism berskala nasional apabila diselenggarakan secara rutin setiap tahun dengan jadwal yang konsisten. Menurutnya, kepastian kalender pelaksanaan akan memberikan manfaat bagi peserta, wisatawan, maupun investor yang ingin berpartisipasi di Pangandaran.
Melalui perpaduan kompetisi olahraga, keindahan panorama pesisir, dan beragam hiburan yang disajikan, Indonesia Derby 2026 dinilai semakin memperkuat posisi Pangandaran sebagai salah satu destinasi wisata olahraga yang potensial di Indonesia.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan