Pangandaran, inakor.id — Kabupaten Pangandaran dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tingkat Jawa Barat 2026. Mengusung tema “Merenah Ngumbara”, peringatan tahun ini menyoroti pentingnya menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan terhubung.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah, mengatakan tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi membawa pesan mengenai bagaimana transportasi harus memberikan kenyamanan sekaligus kemudahan mobilitas bagi masyarakat.
“Merenah berarti nyaman, baik dan tepat. Ini memberikan pesan bahwa angkutan umum harus bisa aman dan efisien,” kata Ghaniyy, Rabu (16/9/2026).
Ia menegaskan, pembangunan sektor transportasi tidak boleh hanya berorientasi pada pergerakan kendaraan. Lebih dari itu, transportasi harus mampu membuka akses masyarakat terhadap berbagai pusat aktivitas.
“Membangun transportasi bukan semata-mata memindahkan kendaraan, tetapi memberikan akses mobilitas kepada manusia; mengintegrasikan moda, menciptakan kesetaraan akses, menghubungkan pusat-pusat kegiatan, serta membentuk kota yang lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pangandaran dinilai memiliki modal konektivitas yang cukup lengkap untuk menjadi lokasi peringatan Harhubnas tingkat Jawa Barat. Berbagai moda transportasi tersedia, mulai dari darat, laut dan perairan, angkutan sungai, ASDP, hingga transportasi udara.
Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperkuat konektivitas antarmoda sekaligus mendorong transportasi yang semakin terintegrasi, terutama sebagai daerah tujuan wisata.
Ghaniyy mengatakan Harhubnas 2026 juga harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun budaya transportasi yang aman dan nyaman.
“Harhubnas ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan hingga komunitas transportasi,” katanya.
Melalui semangat “Merenah Ngumbara”, peringatan Harhubnas di Pangandaran diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi turut mendorong kesadaran bahwa transportasi merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, konektivitas wilayah, serta pembangunan daerah.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan