Pangandaran, inakor.id – Sejumlah santri binaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Bunyan, Panggungan, Pondoklombok, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran mengikuti lomba paduan suara Mars Hari Santri dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapang Merdeka, Rabu (21/10/2026). Para santri tersebut merupakan anak-anak yang menempuh pendidikan formal di tingkat TK, MI hingga MTs.
Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya DKM Masjid Jami Al-Bunyan dalam membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan semangat anak-anak untuk mengikuti kegiatan keagamaan.
Ketua DKM Masjid Jami Al-Bunyan, Sagimin, mengatakan pembinaan santri di lingkungan masjid tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan keberanian untuk tampil di hadapan orang banyak.
Menurutnya, lomba Mars Hari Santri menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus melatih mental dan kepercayaan diri sejak dini.
“Alhamdulillah, anak-anak semangat dan percaya diri. Sebenarnya, untuk anak-anak seusia mereka, awalnya tidak termasuk yang diperbolehkan mengikuti perlombaan oleh panitia. Namun, karena ada keinginan dan semangat dari anak-anak, kami berupaya menyampaikan kepada panitia agar mereka diberikan kesempatan untuk ikut,” ujar Sagimin.
Ia menilai, keterlibatan santri dalam kegiatan di luar pembelajaran rutin dapat memberikan pengalaman berharga. Selain menambah motivasi belajar, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian dan kemampuan bersosialisasi.
Selain mendukung keikutsertaan santri dalam perlombaan, DKM Masjid Jami Al-Bunyan juga berupaya menghidupkan kembali kegiatan mengaji pada sore hari. Sagimin menilai, pembinaan keagamaan bagi anak-anak perlu terus dikembangkan agar mereka tetap tertarik dan bersemangat dalam belajar.
Menurutnya, pembelajaran di lingkungan masjid tidak hanya mencakup membaca Al-Qur’an dan pendidikan akhlak. DKM Masjid Jami Al-Bunyan juga pernah mengembangkan kegiatan tambahan, seperti seni angklung dan hadrah, untuk menyalurkan minat serta bakat para santri.
“Kami ingin anak-anak kembali semangat mengaji. Karena itu, perlu ada motivasi dan inovasi dari kami selaku pengurus masjid agar mereka tidak merasa jenuh dan tetap memiliki semangat dalam belajar agama,” katanya.
Sagimin menambahkan, pada tahun sebelumnya DKM Masjid Jami Al-Bunyan juga telah menggelar kegiatan untuk memperingati Hari Santri. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai materi pendidikan, termasuk pembelajaran mengenai pentingnya menghormati orang tua.
Menurutnya, peringatan Hari Santri merupakan momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta membangun kedekatan antara anak-anak, orang tua, dan lingkungan masjid.
Ia berharap, keikutsertaan santri binaan Masjid Jami Al-Bunyan dalam lomba Mars Hari Santri dapat menjadi bagian dari pembinaan yang berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak diharapkan semakin berani tampil, termotivasi untuk belajar, dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan.
Peringatan Hari Santri Nasional ke-11 jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Melalui momentum tersebut, DKM Masjid Jami Al-Bunyan berharap para santri tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia, percaya diri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan