Pangandaran, inakor.id – Menjelang puncak peringatan Milangkala Kabupaten Pangandaran ke-14, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, Supratman, di Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Selasa (20/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Citra hadir bersama rombongan Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang terdiri dari jajaran kepala dinas, asisten daerah (Asda), serta sejumlah pejabat lainnya. Rombongan menggunakan bus kecil menuju kediaman Supratman.

banner 336x280

Citra meminta doa dan dukungan agar dirinya bersama jajaran pemerintah daerah dapat menjalankan amanah pemerintahan dengan baik serta terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pangandaran.

Ia juga mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar pandangan mengenai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama rombongan SKPD tiba di kediaman Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, Supratman, di Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Selasa (20/10/2026), untuk bersilaturahmi menjelang puncak Milangkala Kabupaten Pangandaran ke-14. Foto : Agit/ Inakor
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama rombongan SKPD tiba di kediaman Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, Supratman, di Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Selasa (20/10/2026), untuk bersilaturahmi menjelang puncak Milangkala Kabupaten Pangandaran ke-14. Foto : Agit/ Inakor

 

Menurutnya, pertemuan itu menjadi salah satu cara untuk menjaga komunikasi dengan para tokoh yang berperan dalam sejarah pembentukan Kabupaten Pangandaran.

“Selama saya menjadi Bupati, setiap tahun saya ke sini. Sebenarnya ini untuk silaturahmi saja,” ujar Citra.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Supratman menyampaikan pesan kepada dirinya beserta jajaran pemerintah daerah agar menjalankan pemerintahan dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tadi beliau berpesan kepada kita, Bupati dan jajaran, tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat. Beliau ada bersama kita semua,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Supratman juga menyampaikan sejumlah masukan terkait arah pembangunan daerah, penguatan sektor pertanian, serta profesionalisme dalam tata kelola pemerintahan Kabupaten Pangandaran.

Menurut Supratman, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada sektor pariwisata, meskipun sektor tersebut menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Pangandaran. Ia berharap, pertumbuhan pariwisata turut memberikan dampak positif terhadap sektor lainnya, terutama pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian masyarakat.

“Sekarang seolah-olah pariwisata menjadi lokomotif. Namun, dampak perkembangan pariwisata harus berimbas positif kepada sektor-sektor lain, khususnya sektor pertanian,” ujar Supratman.

Ia menilai, sektor pertanian perlu mendapat perhatian melalui optimalisasi infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air. Hal ini dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan persawahan, terutama dalam mengantisipasi ancaman kekeringan.

Supratman menyebutkan, terdapat tiga bendungan yang telah selesai dibangun dan direncanakan penambahan satu bendungan lagi. Ia berharap, fungsi bendungan dan kapasitas tampungan air dapat dioptimalkan agar kebutuhan air bagi pertanian lebih terjamin.

“Kalau fungsinya ditingkatkan dan daya tampung airnya ditambah, mungkin bisa mengurangi risiko kekeringan di sawah-sawah. Itu yang saya usulkan kepada beliau untuk bisa dipikirkan ke depan,” katanya.

 

Supratman Soroti Profesionalisme Birokrasi

Selain pembangunan ekonomi, Supratman menekankan pentingnya profesionalisme dalam penempatan dan promosi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, pengisian jabatan strategis perlu mempertimbangkan kompetensi, kemampuan, serta hasil evaluasi kinerja. Ia berharap, penempatan pejabat tidak didasarkan pada kedekatan personal, melainkan pada kapasitas dan kesanggupan menjalankan tanggung jawab.

Supratman mengusulkan agar calon pejabat, khususnya yang akan menduduki posisi kepala dinas, diminta menyusun rencana kerja yang jelas dan terukur. Rencana tersebut kemudian dapat menjadi bahan untuk menilai kemampuan calon dalam menjalankan program dan mencapai target yang ditetapkan.

“Jangan karena dekat, kemudian seseorang diangkat menjadi kepala dinas. Ke depan, harus profesional. Dari sejumlah calon yang ada, mereka harus diminta membuat rencana kerja, kemudian diuji bagaimana pelaksanaannya,” ungkapnya.

Ia berharap, penerapan prinsip tersebut dapat mendorong birokrasi yang lebih profesional dan berorientasi pada hasil. Setiap pejabat yang mendapat amanah diharapkan mampu menunjukkan kinerja nyata serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Supratman juga mengingatkan bahwa pembangunan Kabupaten Pangandaran harus tetap sejalan dengan tujuan pemekaran daerah, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kunjungan yang berlangsung menjelang puncak Milangkala Kabupaten Pangandaran ke-14 ini sekaligus menjadi momentum untuk menjaga hubungan antara pemerintah daerah dan para tokoh presidium. Masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan Pangandaran ke depan, dengan tetap mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.***

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280