KOTA BANDUNG, INAKOR.ID – Pelestarian seni dan budaya Sunda menjadi tanggung jawab bersama agar kekayaan tradisi warisan leluhur tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang. Upaya tersebut kembali mendapat perhatian dalam peringatan Hari Kebudayaan Nusantara yang digelar di Gedung Seni Budaya, Jalan Naripan, Kota Bandung, Minggu (18/10/2026).
Ketua Gersuma Jawa Barat Humar Dani SE., SH., MH., MM., bersama jajaran pengurus menghadiri kegiatan tersebut. Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan SE., beserta jajaran, para inohong atau tokoh budaya Sunda dan Nusantara, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.
Peringatan Hari Kebudayaan Nusantara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni, tradisi, bahasa, dan nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di Tanah Pasundan.
Usai mengikuti pagelaran seni budaya Nusantara, Humar Dani DE., SH., MH., MM., menyampaikan pandangannya kepada awak media dalam sesi jumpa pers. Ia menegaskan bahwa seni dan budaya Sunda dan Nusantara merupakan bagian penting dari kekayaan intelektual bangsa yang harus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi penerus.
Menurutnya, kebudayaan Sunda dan Nusantara memiliki kekayaan dan keberagaman yang sangat luas. Setiap daerah di Tanah Pasundan khususnya dan Nusantara Umumnya mempunyai ciri khas tersendiri, mulai dari adat istiadat, kesenian tradisional, bahasa, tata cara kehidupan bermasyarakat, hingga berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
“Budaya Sunda dan Nusantara memiliki keberagaman yang luar biasa. Setiap daerah mempunyai karakteristik, adat istiadat, dan tradisi masing-masing yang menjadi identitas masyarakatnya. Kekayaan ini harus kita jaga bersama agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” demikian pesan yang dapat menjadi penekanan dalam upaya pelestarian budaya Sunda dan Nusantara.
Dalam ngamumule Budaya Sunda dan Nusantara Tanggung Jawab Bersama, Humar Dani SE., SH., MH., MM., menilai, pelestarian kebudayaan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial atau pagelaran seni. Diperlukan keterlibatan nyata seluruh lapisan masyarakat agar budaya Sunda tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, “katanya.
“Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan adalah mengenalkan seni dan tradisi Sunda dan Nusantara kepada anak-anak sejak dini, mendorong generasi muda mempelajari kesenian tradisional, menggunakan bahasa Sunda sesuai konteksnya, serta memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam adat dan budaya masyarakat Sunda, “tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat ngamumule, yakni merawat, memelihara, dan melestarikan warisan budaya leluhur. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, maupun masyarakat luas.
Menurutnya, generasi muda mempunyai peran strategis dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya dari luar, anak muda diharapkan tetap mengenal akar budayanya sendiri tanpa harus menutup diri terhadap kemajuan zaman, “harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak kaum muda dan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan seni dan budaya Sunda dan Nusantara
“Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam setiap pagelaran, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam upaya pelestarian, misalnya dengan mempelajari kesenian daerah, mengikuti kegiatan kebudayaan, mendukung para seniman dan budayawan, serta memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas generasi muda yang berakar pada tradisi lokal, “tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga kekayaan budaya Sunda. Dengan kolaborasi yang berkesinambungan, berbagai kesenian dan tradisi daerah diharapkan dapat terus berkembang sekaligus memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat modern.
Selain itu, ia berharap peringatan Hari Kebudayaan Sunda tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya menjaga identitas budaya dan meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, keberlangsungan budaya membutuhkan kepedulian, konsistensi, dan partisipasi bersama.
“Pelestarian tersebut juga perlu diiringi dengan dokumentasi, pendidikan budaya, serta pengenalan tradisi kepada masyarakat secara luas agar kekayaan budaya Sunda semakin dikenal, “pungkasnya.
Peringatan Hari Kebudayaan Sunda di Gedung Seni Budaya, Jalan Naripan, Kota Bandung, berlangsung dengan rangkaian pagelaran seni budaya Sunda yang menampilkan kekayaan tradisi Tanah Pasundan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pagelaran seni budaya Sunda dan dilanjutkan sesi foto bersama para tamu undangan serta peserta yang hadir.**
(Suryana)



Tinggalkan Balasan