Pangandaran, inakor.id – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menghimpun infak sebesar Rp105.819.000 melalui program Infak Pangandaran Berbagi dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke-14. Dana tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk fakir miskin dan anak-anak yatim.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya di Aula Kecamatan Pangandaran, Rabu (21/10/2026). Ia menjelaskan, dana infak tersebut merupakan hasil pengumpulan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

banner 336x280

Menurut Citra, program Infak Pangandaran Berbagi menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 200 penerima manfaat yang tersebar di 93 desa di Kabupaten Pangandaran direncanakan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp500 ribu.

Sementara itu, sisa dana sekitar Rp20 juta direncanakan disalurkan kepada anak-anak yatim setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran.

Citra berharap program Infak Pangandaran Berbagi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi agenda berkelanjutan setiap tahun.

“Ini merupakan infak titipan dari seluruh ASN Kabupaten Pangandaran. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi Bapak dan Ibu semuanya. Kami juga memohon doa agar kondisi fiskal Kabupaten Pangandaran semakin membaik,” ujar Citra.

Ia berharap kondisi fiskal daerah yang semakin baik dapat mendukung pemerintah dalam memperluas program pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

BAZNAS Dilibatkan dalam Pengelolaan dan Penyaluran Infak

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pangandaran, Hendri Suganda, menjelaskan bahwa pelibatan BAZNAS dalam program Infak Pangandaran Berbagi berkaitan dengan mekanisme pengelolaan dan penyaluran dana infak agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Hendri, pengelolaan dana infak dan sedekah, terutama yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, perlu memperhatikan prosedur serta kewenangan lembaga terkait.

“Kalau berbicara tentang infak dan sedekah, apalagi penyalurannya kepada kelompok asnaf, termasuk fakir miskin, tentu harus memperhatikan ketentuan yang berlaku. Karena itu, Pemerintah Daerah menggandeng BAZNAS,” jelas Hendri.

Ia menerangkan, BAZNAS Kabupaten Pangandaran memiliki sejumlah program untuk membantu masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga penanganan bencana dan bantuan sosial.

Program tersebut meliputi Pangandaran Cerdas untuk bidang pendidikan, Pangandaran Sehat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, Pangandaran Makmur untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta Pangandaran Peduli untuk penanganan bencana dan bantuan sosial lainnya.

Hendri menambahkan, pelayanan BAZNAS kepada masyarakat berlangsung secara berkelanjutan berdasarkan permohonan dan kebutuhan warga, termasuk bantuan alat bantu bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau di BAZNAS, pelayanan kepada masyarakat berjalan hampir setiap hari. Ada permohonan bantuan dari masyarakat, termasuk bantuan kursi roda dan bantuan lainnya, yang kami tangani sesuai ketentuan,” ungkapnya.

 

Penerima Manfaat Diusulkan Kepala Desa

Hendri menjelaskan, calon penerima bantuan dalam program Infak Pangandaran Berbagi diusulkan oleh masing-masing kepala desa. Selanjutnya, penerima dipilih dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan tingkat kebutuhan masyarakat.

Ia menyambut baik program tersebut karena dinilai dapat membantu warga yang membutuhkan. Menurutnya, kegiatan serupa juga berpotensi dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, tidak hanya ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Partisipasi kalangan agniya atau masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik dinilai dapat memperluas jangkauan bantuan sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

“Saya menyambut baik kegiatan seperti ini, tanpa ada tendensi apa pun. Kegiatan ini bagus dan bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan, kalau pelaksanaannya dinilai baik, bisa saja diperluas dengan melibatkan kalangan agniya dan masyarakat lainnya,” kata Hendri.

Ia juga menilai kegiatan berbagi dapat dilaksanakan pada momentum hari besar Islam maupun kesempatan lainnya. Dengan demikian, kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan tidak hanya dilakukan saat peringatan hari jadi daerah, tetapi dapat terus berlanjut sepanjang tahun.

Melalui program Infak Pangandaran Berbagi, sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, ASN, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menumbuhkan kepedulian sosial serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Pangandaran.***

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280