Pangandaran, inakor.id – Memasuki masa reses persidangan kedua tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Dede Sutiswa Nataatmaja menggelar pertemuan tatap muka bersama puluhan warga di Dusun Cikubang, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan reses daerah pemilihan (dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Parigi dan Sidamulih itu dihadiri warga Muslimatan serta perwakilan dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Parigi. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar lingkungan dan pertanian.
Dede Sutiswa Nataatmaja menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan sarana penting untuk menyerap kebutuhan riil masyarakat secara langsung.
“Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi warga akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, dua isu utama yang mendominasi usulan warga yakni persoalan pengelolaan sampah permukiman dan ketersediaan air untuk lahan pertanian.
Warga mengeluhkan meningkatnya volume sampah rumah tangga yang tidak diimbangi dengan sistem pengangkutan rutin. Mereka meminta adanya penambahan armada pengangkut sampah, baik truk maupun bentor, agar mampu menjangkau kawasan permukiman dan gang sempit.
Selain itu, warga juga menyoroti minimnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang layak. Kondisi tersebut dinilai memicu munculnya titik pembuangan sampah liar di pinggir jalan hingga aliran sungai.
Tak hanya itu, masyarakat turut mengusulkan adanya bantuan alat pengolahan sampah organik menjadi pupuk guna mengurangi penumpukan sampah di lingkungan.
Sementara di sektor pertanian, para petani menyampaikan kekhawatiran terkait potensi kekeringan dan distribusi air yang belum merata, terutama saat musim kemarau.
Masyarakat berharap adanya normalisasi embung atau penampungan air desa agar kapasitas penyimpanan air meningkat dan kebutuhan irigasi pertanian dapat terpenuhi.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Dede memastikan seluruh usulan warga telah dicatat secara resmi dalam risalah reses dan akan diperjuangkan agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
“Masalah sampah menyangkut kesehatan lingkungan, sedangkan air adalah nyawa bagi petani kita. Kami akan memperjuangkan agar usulan ini masuk dalam skala prioritas APBD Perubahan maupun APBD murni tahun depan. Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur dasar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.**
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan