GOWA,INAKOR,ID – Puluhan hektar lahan pertanian di wilayah Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong saat ini tengah dilanda kekeringan hebat akibat musim kemarau. Kondisi ini membuat para petani setempat menjerit lantaran tanaman padi mereka yang kian mengering dan terancam mati. Jika tidak segera ditangani, bayang-bayang gagal panen total kini sudah berada di depan mata.

banner 336x280

‎​Pantauan di lokasi menunjukkan retakan tanah yang melebar di area persawahan akibat hilangnya pasokan air. Sebagian besar tanaman padi yang baru memasuki masa pertumbuhan kini mulai menguning sebelum waktunya. Para petani mengaku bingung dan pasrah melihat kondisi modal usaha mereka yang terancam lenyap.

‎​Perwakilan kelompok tani setempat menyatakan bahwa situasi ini sudah memasuki tahap kritis. Mereka sangat berharap adanya solusi secepatnya dari pihak terkait agar tanaman padi yang tersisa masih dapat diselamatkan.

‎​Krisis air di Lembang Parang ini rupanya bukan yang pertama kali terjadi. Menurut petani setempat, bencana kekeringan ini merupakan fenomena tahunan yang selalu berulang setiap kali memasuki musim tanam kedua.

‎Retakan tanah yang meluas di area persawahan menjadi bukti nyata belum adanya penanganan permanen terhadap siklus kekeringan di wilayah tersebut.

‎​Saat ini, para petani berada dalam kondisi mendesak dan sangat mengharapkan adanya tindakan nyata dari pihak terkait. Harapan terbesar mereka adalah agar distribusi air darurat dapat segera dilakukan dalam beberapa hari ke depan, demi menyelamatkan tanaman padi yang beberapa hari setelah tabam.

‎​Mengingat dampak ekonomi yang berulang setiap tahunnya, pemerintah daerah dan instansi terkait didesak untuk tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga solusi jangka panjang yang konkrit—seperti perbaikan sistem irigasi dan pengaturan air menuju saluran sekunder yang langsung ke petani agar jeritan petani di Lembang Parang tidak terus terdengar di setiap musim tanam kedua.

 

Team Mnji

banner 336x280