Sumedang, inakor.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Paguyuban Sunda Wani Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, memperingati milangkala atau hari jadi yang pertama dengan penuh semangat kebersamaan. Mengusung tema “Wani Lapak, Wani Leuman”, kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen organisasi untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Milangkala pertama DPC Paguyuban Sunda Wani Jatinangor tersebut digelar di Gedung Suwarni Wedding, Jalan Caringin, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (10/8/2026).

banner 336x280

Kegiatan dihadiri Ketua DPP Paguyuban Sunda Wani, Iwan Gumilas, SH., beserta jajaran, Ketua DPD Paguyuban Sunda Wani Kabupaten Sumedang Yayan Haris Sugiri, SIP., jajaran pengurus DPD, Ketua DPC Paguyuban Sunda Wani Jatinangor Pendi Anjasmara beserta jajaran pengurus, unsur Kecamatan Jatinangor, perwakilan Polsek Jatinangor, perwakilan Danramil Jatinangor, para tokoh masyarakat, tokoh budaya, serta sejumlah tamu undangan.

Suasana kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan. Milangkala tidak hanya menjadi ajang memperingati perjalanan satu tahun organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah dalam menjalankan berbagai program sosial dan kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Ketua DPC Paguyuban Sunda Wani Jatinangor, Pendi Anjasmara, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap keberadaan organisasi tersebut.

Menurut Pendi, perjalanan satu tahun Paguyuban Sunda Wani DPC Jatinangor bukanlah sesuatu yang berlangsung secara instan. Selama proses tersebut, organisasi menghadapi berbagai dinamika, tantangan, serta membutuhkan kerja keras dan kebersamaan dari seluruh jajaran.

“Jatinangor hingga menginjak usia satu tahun berdirinya hari ini bukanlah perjalanan yang instan. Tentu banyak rintangan, dinamika, serta proses perjuangan yang telah dilalui,” ujar Pendi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk menghadiri serta mendukung terselenggaranya milangkala perdana tersebut.

Memasuki tahun kedua, Pendi menegaskan bahwa DPC Paguyuban Sunda Wani Jatinangor bertekad untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Pihaknya juga ingin menjadikan Paguyuban Sunda Wani bukan sekadar wadah berhimpun, tetapi mampu menjadi rumah bersama yang kokoh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di usia yang pertama ini, Paguyuban Sunda Wani DPC Jatinangor bertekad terus berbenah, meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat serta menjadi mitra strategis pemerintah, aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Pendi menegaskan, keberadaan organisasi harus mampu diterjemahkan melalui kegiatan nyata yang menyentuh kepentingan masyarakat. Karena itu, soliditas internal, kepedulian sosial, serta sinergi dengan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menjalankan roda organisasi.

Ia berharap Paguyuban Sunda Wani DPC Jatinangor semakin solid, semakin dicintai masyarakat, serta mampu menjalankan amanah organisasi dengan menjunjung nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan.

“Semoga di usianya yang pertama ini Paguyuban Sunda Wani DPC Jatinangor semakin jaya, semakin solid, dicintai masyarakat dan senantiasa mendapatkan ridho dari Allah SWT,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD Paguyuban Sunda Wani Kabupaten Sumedang, Yayan Haris Sugiri, SIP., menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan milangkala pertama DPC Paguyuban Sunda Wani Jatinangor.

Menurut Yayan, bertambahnya usia organisasi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan memperkuat koordinasi antara jajaran pengurus dengan masyarakat.

Ia mengimbau seluruh jajaran Paguyuban Sunda Wani Jatinangor agar terus menjaga kekompakan, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, serta mengedepankan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Yayan juga berharap Paguyuban Sunda Wani dapat terus berkembang menjadi organisasi yang mampu menjaga nilai-nilai budaya Sunda sekaligus mengambil peran dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Jadikan milangkala ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” pesannya.

Dukungan serupa disampaikan Perwakilan Ketua Umum DPP Paguyuban Sunda Wani, Pa Pelor. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya milangkala perdana DPC Paguyuban Sunda Wani Jatinangor.

Menurutnya, usia satu tahun merupakan tahap awal yang harus dijadikan fondasi untuk membangun organisasi yang lebih kuat, solid dan memiliki program yang jelas.

Pa Pelor berharap DPC Paguyuban Sunda Wani Kecamatan Jatinangor dapat menjadi salah satu cabang yang mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.

“Semoga DPC Paguyuban Sunda Wani Kecamatan Jatinangor menjadi yang terbaik, semakin maju dalam mengemban tugas dan kewajiban serta senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga nama baik organisasi dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, eksistensi Paguyuban Sunda Wani harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian sosial, serta sinergi dengan pemerintah, aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Paguyuban Sunda Wani diharapkan mampu mengambil bagian dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, guyub dan berbudaya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan DPP Paguyuban Sunda Wani Pa Pelor turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPC Jatinangor yang telah mampu menjaga keberlangsungan organisasi selama satu tahun.

Seluruh pengurus diharapkan terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi, menjaga persatuan serta menjadikan semangat kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menjalankan roda organisasi.

Rangkaian kegiatan milangkala kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan satu tahun Paguyuban Sunda Wani DPC Jatinangor.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pengurus, tamu undangan dan para tokoh yang hadir.

Nuansa budaya Sunda semakin terasa ketika acara ditutup dengan sajian seni tradisional Wayang Golek. Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para tamu undangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga, mengenalkan dan melestarikan seni serta budaya Sunda di tengah perkembangan zaman.

Milangkala pertama Paguyuban Sunda Wani DPC Jatinangor akhirnya menjadi sebuah refleksi perjalanan sekaligus titik awal untuk melangkah lebih jauh. Dengan semangat “Wani Lapak, Wani Leuman”, organisasi diharapkan semakin solid, berani mengambil peran, serta mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Jatinangor dan Kabupaten Sumedang.***

(Wawat S)

banner 336x280