CILEGON – Inakor.id – Kegiatan Dana Pembanan Wilayah Kelurahan (DpwKel) kegiatan sarana dan prasarana pembangunan Kelurahan Saban juara Kelurahan Karangasam Kecamatan Cibeber Kota Cilegon.

 

banner 336x280

Di tengah keterbatasan anggaran program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang hanya Rp 30 juta per unit, satu rumah di jantung Kampung Karang Asem, Kota Cilegon justru berdiri melebihi ekspektasi.

 

Kuncinya bukan pada besarnya uang negara, melainkan pada tradisi yang hampir punah: gotong royong.

 

Lurah Karang Asem, H. Safiudin, S.Ag., MM., saat meninjau hasil pembangunan RTLH milik Ibu Hatijah, Rabu (21/10/2026).

 

Pertama, setiap program pembangunan pemerintah ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat.

 

Adanya gotong royong masyarakat ini menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan.

 

Kalau masyarakatnya tidak ada kekompakan tidak bisa berjalan dengan lancar,” Ujar Safiudin

 

Menurutnya, bentuk RTLH dengan nominal kecil tidak akan pernah sempurna jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

 

Ketika tenaga dan dana swadaya masyarakat menjadi satu hasilnya lebih maksimal.

 

Ibu Hadijah umur 70 tahun warga lingkungan jerang barat RT 04 RW 01 mengucapkan terima banyak kepada masyarakat yang bergoyang Dan Pemerintah Kota Cilegon atas pembangunan kegiatan Rumah Tak layak Huni.

 

Ketua Pokmas Kelurahan Karang Asem, Masuri Rusdi membenarkan bahwa anggaran rehab RTLH Ibu Hatijah memang hanya Rp 30 juta. Namun faktor lokasi yang strategis membuat pembangunan ini mendapat atensi yang luar biasa

 

“Ini pembangunan rehabilitasi RTLH Ibu Hatijah ini benar-benar anggaran 30 juta. Namun karena posisinya saja yang bikin hoki, strategis, ada di perempatan jalan, ada di jantung kampung, kemudian berdampingan sebelah masjid yang baru jadi, sehingga pembangunan RTLH ini mendapatkan atensi dari masyarakat,” ujar Masuri.

 

Atensi itu berubah menjadi aksi nyata. Warga guyub rukun, bahu-membahu mengangkut material, menyumbang tenaga, bahkan dana.

 

“Ibu Hatijah ini dapat RTLH, Alhamdulillah ikut membantu dan bergotong royong, sampai menjadi kolaborasi antara swakelola dari anggaran pemerintah dan swadaya dari masyarakat dan keluarga,” katanya.

 

Hasilnya, rumah yang ditargetkan selesai seadanya justru rampung dengan kualitas di atas standar dalam waktu hanya kurang lebih 20 hari.

 

 

 

Masuri menjelaskan, pada termin kedua ini Pokmas Karang Asem mengelola tiga kegiatan sekaligus.

 

“Pertama, PJL (Penerangan Jalan Lingkungan) Jerang Ilir ada lima titik satu panel. Yang kedua, PJL juga ada di lingkungan Sambiranggon lima titik satu panel. Yang ketiga, pembangunan rehab RTLH ini,” rincinya.

 

Ia berharap program berbasis Pokmas seperti ini terus dipertahankan, karena inilah program yang paling langsung menyentuh akar rumput.

 

“Harapannya, kegiatan atau program Pokmas ini berjalan dengan baik dan lancar karena inilah yang langsung menyentuh ke akar rumput. Kedua, mudah-mudahan pemerintah selalu diberikan kebaikan, tetap bertahan program-programnya bisa terealisasi dengan baik. Dan harapan ketiga, mudah-mudahan termin ketiga dapat segera disegerakan,” harapnya.

 

Ia pun menitipkan pesan agar hasil pembangunan dijaga bersama.

 

“Dengan adanya pembangunan ini, mudah-mudahan bisa dijaga dan dirawat dengan baik,” pungkas Masuri

 

(Rohim)

banner 336x280