INAKOR.ID, BUNGO. Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Nasionalis Anti Korupsi (LSM- INSKOR) bersama Ormas Gempur laksanakan aksi damai mendesak Polres Bungo untuk segera memproses hukum terduga penganiayaan warga di lokasi PT KIM di Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo.
Massa yang bergerak mendatangi dua titik lokasi sasaran, yakni Mapolres Bungo dan Gedung DPRD Bungo dengan membawa tuntutan yang sama.
Koordinator Lapangan (Korlap) dari LSM INAKOR Fahlefi, menegaskan bahwa insiden pemukulan yang terjadi dalam keributan tersebut sudah masuk ke ranah pidana murni. Ia meminta aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas.
”Pemukulan ini adalah tindakan pidana. Kami menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas, menangkap, dan memproses hukum seluruh pelaku yang terlibat,” Tegas Fahlefi disaat orasi didepan Mapolres Bungo, pada Rabu 02/09/2026.
Senada dengan Fahlefi, Korlap dari Ormas Gempur Alfinfo Mustakim, juga menuntut ketegasan penegakan hukum dari jajaran Polres Bungo. Ia menekankan agar proses hukum berjalan transparan tanpa ada intervensi dari pihak mana pun.
”Kami meminta Kapolres Bungo bertindak tegas tanpa pandang bulu. Bilamana ada oknum yang bermain atau terlibat dalam insiden ini, harus diungkap secara transparan ke publik,” Ujar Mustakim.
Selain itu peserta aksi lainnya juga menyapaikan orasi melalui aksi unjuk rasa damai tersebut didepan Mapolres Bungo.
“Kami tidak anti-perusahaan, Kami hanya menolak ketika rakyat diperlakukan semena-mena! Ketika rakyat membutuhkan perlindungan, negara harus hadir!Ketika hukum dilanggar, hukum harus ditegakkan! Tambahnya”.
Sementara itu, Kapolres Bungo melalui AKP. BM Pasaribu selaku Kabag Ops Polres Bungo memberi tanggapan bahwa pihaknya berjanji akan segera memproses pengaduan warga yang telah membuat laporan di Mapolsek Jujuhan tersebut.
“Kami akan segera melakukan penyeledikan melalui penyidik terkait laporan warga atas dugaan kekerasan tersebut dengan objektif dan transparansi” Ucapnya.
Setelah mendapatkan jawaban, akhirnya massa aksi pun meninggalkan Mapolres Bungo dan kembali bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Bungo. (tim)



Tinggalkan Balasan