Bandung, Inakor.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung menggelar Bimtek (Bimbingan Teknik) relawan Pemadam kebakaran (Redkar) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Kesenjataan (Pussenkav) Bandung, Jalan Ceremai no. 9, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).

Bimbingan Teknik ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung Sony beserta jajaran, Komandan Pussenkav beserta jajaran, Camat Lengkong Wiwit Afiantoro, para tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya.

banner 336x280

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Sony, mengatakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penyelamatan di lingkungan masing-masing.

“Warga masyarakat harus teredukasi mengenai cara melakukan pencegahan kebakaran, langkah-langkah pemadaman awal, serta mitigasi risiko saat terjadi kebakaran. Selain itu, mereka juga dibekali kemampuan penyelamatan atau rescue, baik untuk manusia maupun hewan,” ujar Sony kepada wartawan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting mengingat banyak kawasan permukiman padat di Kota Bandung yang memiliki akses jalan sempit sehingga menyulitkan kendaraan pemadam kebakaran menjangkau lokasi kejadian dengan cepat.

“Ketika kebakaran terjadi di lingkungan padat penduduk, sering kali akses kendaraan damkar terhambat oleh jalan yang sempit maupun kendaraan yang parkir di badan jalan. Kondisi ini dapat memengaruhi waktu respons petugas. Karena itu, masyarakat yang telah dilatih dapat melakukan penanganan awal sambil menunggu petugas tiba di lokasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sony mengungkapkan bahwa program pembentukan dan pelatihan relawan kebakaran terus diperluas ke seluruh wilayah Kota Bandung. Dari total 151 kelurahan yang ada, hingga saat ini sebanyak 71 kelurahan telah memiliki personel yang terlatih.

“Hari ini kami melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi peserta dari 20 kelurahan. Dengan demikian total kelurahan yang telah mendapatkan pelatihan menjadi 91 kelurahan,” katanya.

Selain menyasar tingkat kelurahan, Diskar PB Kota Bandung juga menargetkan pelatihan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Dari target sekitar 9.000 hingga 10.000 RT di Kota Bandung, saat ini baru sekitar 2.800 RT yang telah mendapatkan pembinaan dan pelatihan.

“Masih ada sekitar 7.200 RT yang akan kami selesaikan secara bertahap sesuai rencana kerja hingga tahun 2029. Tujuannya agar masyarakat memiliki kemampuan dasar dalam penanggulangan kebakaran dan penyelamatan,” ungkap Sony.

Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus digencarkan dengan melibatkan seluruh unsur kewilayahan.

“Yang paling penting adalah pencegahan. Karena itu kami terus menggaungkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Tentunya hal ini harus didukung seluruh komponen masyarakat, mulai dari RT, RW, lurah, camat hingga warga di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Bandung berharap tercipta masyarakat yang lebih tanggap, terampil, dan siap menghadapi potensi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian materi dapat diminimalkan.***

(Wawat S)

banner 336x280