CILEGON,Inakor.id – Kecamatan Ciwandan bersiap menjadi pusat syiar Islam di Kota Cilegon. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-25 tingkat Kota Cilegon dijadwalkan berlangsung pada 6–9 September 2026 di Kelurahan Randakari, dengan persiapan penyelenggaraan yang kini telah mencapai 95 persen.
Ajang keagamaan tahunan tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 500 peserta dari delapan kecamatan dan 43 kelurahan se-Kota Cilegon. Berbagai persiapan terus dimatangkan untuk memastikan pelaksanaan MTQ berjalan lancar sekaligus menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Camat Ciwandan, Agus Ariyadi Herdiawan, mengatakan pihaknya terus mengintensifkan koordinasi dan perencanaan bersama berbagai pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai harapan.
Menurutnya, MTQ bukan hanya menjadi panggung kompetisi bagi para qari dan qariah, tetapi juga wadah menggali potensi generasi muda serta mempererat silaturahmi antarkafilah.
“Kita sedang membuat perencanaan demi terselenggaranya lomba MTQ ini. Semoga ini menjadi ruang bagi bakat generasi muda sekaligus ajang perjumpaan bagi masyarakat yang memiliki bakat tilawah,” ujarnya.
Agus berharap, keikutsertaan kafilah dari seluruh kecamatan dapat membawa semangat kebersamaan dan memperkuat tradisi membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Semoga para peserta bisa memperkuat persaudaraan dan persatuan kita dalam meningkatkan kearifan budaya mengaji,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan MTQ tidak boleh hanya diukur dari banyaknya peserta maupun lahirnya para juara. Hal yang jauh lebih penting adalah tumbuhnya generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Bukan hanya lahirnya para juara, kami berharap semakin tumbuhnya generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Itulah substansi yang harus terus kita kuatkan,” tegas Agus.
Senada, Sekretaris Camat Ciwandan, H. Hebi, menilai MTQ harus menjadi momentum memperluas syiar Islam sekaligus menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sosial masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa esensi MTQ tidak berhenti pada persaingan meraih gelar terbaik, tetapi bagaimana kegiatan tersebut mampu meningkatkan kedekatan masyarakat dengan Al-Qur’an.
“MTQ bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan Al-Qur’an kepada masyarakat dan menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Hebi menambahkan, kesiapan penyelenggaraan di wilayah Kecamatan Ciwandan saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Pihaknya optimistis seluruh kebutuhan pelaksanaan dapat diselesaikan sebelum hari pembukaan.
“Persiapan MTQ tingkat kota dalam lingkup kecamatan sudah hampir 95 persen. Kami siap menyambut pelaksanaan MTQ tingkat kota,” katanya.
Berdasarkan data panitia, MTQ ke-25 ini diperkirakan melibatkan sekitar 500 peserta yang berasal dari delapan kecamatan dan 43 kelurahan. Selain para peserta, kegiatan juga akan didukung dewan hakim serta tujuh orang pengawas.
Dengan kesiapan yang terus dimatangkan, Kecamatan Ciwandan berharap pelaksanaan MTQ ke-25 tidak hanya berlangsung sukses, tetapi juga meninggalkan dampak positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat serta melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
(A.M/RED)



Tinggalkan Balasan