CIMAHI. INAKOR.ID – Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan pentingnya penguatan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, Posyandu kini tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan balita, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang menjangkau seluruh kelompok usia.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur kelembagaan yang memiliki peran dalam pembinaan dan pengelolaan Posyandu di Kota Cimahi.
Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan bahwa penguatan Posyandu menjadi bagian penting dari transformasi layanan kesehatan primer sekaligus upaya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
Ia menjelaskan, pelayanan Posyandu perlu menjangkau seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga kelompok lanjut usia.
“Keberadaan Tim Pembina Posyandu sangat vital dalam mengawal, membina, dan memperkuat tata kelola Posyandu agar berjalan profesional, terpadu, dan berkesinambungan,” demikian penekanan Ngatiyana dalam sambutannya.
Menurutnya, pembinaan yang terarah akan mendorong penguatan manajemen kelembagaan, meningkatkan akurasi pencatatan dan pelaporan, serta memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan di Puskesmas, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta para kader yang bertugas langsung di lapangan.
Dorong Kolaborasi Lintas Sektor.
Ngatiyana juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat daerah dan unsur terkait untuk mengesampingkan ego sektoral demi mewujudkan program kesehatan yang terintegrasi.
Kolaborasi tersebut, lanjutnya, perlu melibatkan Dinas Kesehatan, TP PKK, Tim Pembina Posyandu, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta unsur Forum Kota Sehat dan kewilayahan.
Ia menilai, tantangan pelayanan kesehatan pada 2026 semakin dinamis. Digitalisasi data kesehatan, penerapan pendekatan siklus hidup dalam integrasi layanan primer, serta pemenuhan sarana dan prasarana Posyandu membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan akuntabel.
Karena itu, melalui kegiatan Bimtek tersebut, Ngatiyana menekankan tiga hal utama yang harus menjadi perhatian bersama.
Pertama, penguatan kapasitas kelembagaan. Tim Pembina Posyandu di setiap tingkatan diharapkan memahami regulasi dan tata kelola Posyandu sesuai standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Setelah mengikuti Bimtek, peserta juga diminta menyusun rencana aksi pembinaan secara berjenjang mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Kedua, optimalisasi kolaborasi lintas sektor. Data kesehatan dari Puskesmas perlu disinergikan dengan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan TP PKK dan pemerintah kewilayahan, serta didukung perencanaan berbasis riset dari Bapperida.
Menurut Ngatiyana, sinergi tersebut harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting, meningkatkan cakupan imunisasi, dan memperbaiki status gizi warga Kota Cimahi.
Ketiga, peningkatan kapasitas kader Posyandu. Para kader perlu mendapatkan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan agar semakin percaya diri, terampil, dan mampu menjalankan tugas pengelolaan Posyandu bidang kesehatan dengan baik.
Kader Posyandu Jadi Kunci Pelayanan Masyarakat.
Ngatiyana menilai, keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan kelembagaan dan kemampuan para kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Oleh sebab itu, ia berharap kegiatan Bimtek tidak berhenti pada penyampaian materi dan pemahaman regulasi semata. Pengetahuan yang diperoleh peserta harus diterapkan secara konkret di wilayah kerja masing-masing.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Cimahi beserta seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola Posyandu.
“Seluruh peserta diharapkan mengikuti rangkaian kegiatan Bimtek ini dengan sungguh-sungguh, sehingga pengetahuan dan arahan yang didapatkan dapat ditindaklanjuti secara konkret di wilayah kerja masing-masing,” menjadi pesan yang ditekankan dalam sambutannya.
Melalui penguatan Tim Pembina Posyandu dan peningkatan kompetensi kader, Pemerintah Kota Cimahi berharap pelayanan kesehatan berbasis masyarakat semakin optimal, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan warga.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah memperkuat pencegahan stunting, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta mendorong pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh kelompok usia di Kota Cimahi.***


Tinggalkan Balasan