Pangandaran, inakor.id – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (DPC PAMDI) Kabupaten Pangandaran akan menggelar ajang pencarian bakat musik dangdut pada Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya menjaring talenta muda potensial sekaligus mendorong regenerasi penyanyi dangdut di Kabupaten Pangandaran.

banner 336x280

Ketua Pelaksana kegiatan, Hendriyadi alias Uget, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai di kawasan Central Parkir Wisata Pangandaran, Kamis (29/10/2026).

Menurut Uget, ajang tersebut tidak sekadar menjadi panggung hiburan, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan di bidang tarik suara, khususnya musik dangdut, serta membuka peluang berkompetisi ke tingkat yang lebih tinggi.

“Tujuan utamanya untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda. Kita ingin ada regenerasi, dari yang tua ke yang muda, sehingga potensi anak-anak di Pangandaran bisa terus berkembang,” ujar Uget.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti kompetisi ini berusia 13 hingga 25 tahun. Peserta laki-laki maupun perempuan akan berkompetisi dalam kategori yang sama.

Saat ini, kegiatan tersebut telah memasuki tahap final. Setelah melalui proses audisi dan penyaringan, sebanyak 10 finalis terpilih akan kembali berkompetisi untuk memperebutkan tiga posisi terbaik.

“Dari 10 finalis terbaik nanti akan dijaring menjadi tiga terbaik. Harapannya, mereka bisa membawa nama Kabupaten Pangandaran dan mendapatkan kesempatan untuk melangkah ke tingkat nasional,” katanya.

Tiga peserta terbaik tersebut direncanakan menjadi perwakilan Kabupaten Pangandaran untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Panitia berharap ajang ini dapat membuka peluang bagi talenta lokal untuk tampil di panggung yang lebih luas, termasuk berkesempatan mengikuti kompetisi dangdut di Indosiar.

Terkait penilaian, Uget menyebut kemampuan vokal menjadi salah satu aspek utama dalam kompetisi tersebut. Adapun kriteria penilaian secara terperinci menjadi kewenangan dewan juri.

“Kalau untuk kriteria penilaian secara khusus, itu menjadi ranah juri. Namun, yang paling utama tentu kemampuan vokal peserta,” jelasnya.

Uget menegaskan, hadiah bukan menjadi tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini. Panitia tetap menyiapkan penghargaan berupa piagam dan piala sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan serta pencapaian para peserta.

Menurutnya, hal terpenting adalah memberikan kesempatan kepada penyanyi muda untuk menunjukkan kemampuan, memperoleh pengalaman berkompetisi, dan meningkatkan kualitas diri agar dapat berkembang di dunia musik dangdut.

Ia menilai Kabupaten Pangandaran memiliki potensi penyanyi dangdut muda yang menjanjikan. Namun, masih banyak talenta yang membutuhkan ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka kepada masyarakat luas.

“Setelah saya melihat dan mengecek ke beberapa daerah, ternyata potensi anak-anak, khususnya di musik dangdut, bagus sekali. Mungkin selama ini masih banyak yang belum tergali. Karena itu, kami ingin memberikan wadah agar mereka bisa menunjukkan kemampuannya,” ungkapnya.

Untuk menjaga keberlanjutan pembinaan tersebut, DPC PAMDI Kabupaten Pangandaran berharap ajang pencarian bakat ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi di bidang musik dangdut.

Panitia menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp25.000 untuk keperluan administrasi peserta. Sementara itu, penyelenggaraan kegiatan diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.

Uget mengatakan, pihaknya telah menerima respons dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran. Ia berharap dukungan tersebut dapat berlanjut serta para pejabat daerah, termasuk Bupati Pangandaran, unsur TNI, dan Polri, dapat menghadiri kegiatan sesuai dengan kesempatan masing-masing.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memotivasi talenta-talenta lainnya untuk ikut berkompetisi. Mudah-mudahan ke depan bisa rutin dilaksanakan setiap tahun, sehingga semakin banyak penyanyi dangdut muda Pangandaran yang muncul dan mampu berprestasi,” pungkasnya.

Melalui ajang ini, DPC PAMDI Kabupaten Pangandaran berharap dapat melahirkan generasi baru penyanyi dangdut yang berkualitas, memiliki daya saing, dan mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun pembinaan talenta musik dangdut secara berkelanjutan, sehingga potensi generasi muda Pangandaran memiliki kesempatan untuk berkembang dan bersaing di panggung nasional.***

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280