Pangandaran, inakor.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran menggelar sosialisasi kegiatan Syukuran Nelayan 2026 pada Selasa, 26 Mei 2026 di Hotel Grand Palma Pangandaran. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur stakeholder pariwisata dan pelaku usaha di kawasan wisata Pangandaran.

Kepala Disparbud Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, mengatakan kegiatan Syukuran Nelayan atau Hajat Laut 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026 di kawasan PPI Cikidang Pangandaran.

banner 336x280

Menurut Dadan, pihaknya sengaja melibatkan berbagai organisasi dan pelaku wisata agar Hajat Laut tidak hanya menjadi tradisi masyarakat nelayan, tetapi juga berkembang menjadi event pariwisata daerah yang mampu mendatangkan wisatawan.

Adapun peserta yang hadir di antaranya Ketua Rukun Nelayan se-Kabupaten Pangandaran sebanyak 13 orang, BPC PHRI Kabupaten Pangandaran, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), ASITA, pelaku rental wisata, komunitas fotografi wisata, pelaku water sport, pedagang pantai, hingga komunitas paddle board dan pengusaha wisata lainnya.

“Kami ingin membangun kolaborasi antara nelayan, pelaku usaha, stakeholder pariwisata, dan pemerintah agar Hajat Laut menjadi event budaya sekaligus daya tarik wisata Pangandaran,” ujar Dadan.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa tujuan utama dalam penyelenggaraan Hajat Laut 2026, di antaranya melestarikan tradisi dan budaya masyarakat nelayan Pangandaran, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir melalui keterlibatan UMKM dan berbagai aktivitas pendukung lainnya.

“Kami berharap event ini tidak hanya berlangsung tahun ini saja, tetapi terus berlanjut dan menjadi sarana promosi wisata Pangandaran,” katanya.

Sementara itu, Ketua BPC PHRI Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, menilai Hajat Laut memiliki potensi besar untuk masuk dalam kalender event nasional karena merupakan tradisi budaya yang telah melegenda di Pangandaran.

“Dulu Hajat Laut identik sebagai milik nelayan. Namun sekarang kami ingin menjadikannya sebagai event pariwisata yang dapat mendongkrak sektor wisata Pangandaran,” ujar Agus.

Ia juga berharap Hajat Laut ke depan dapat masuk dalam Top Event Nasional (TEN) atau minimal Kalender Event Nasional sehingga mampu memperkuat citra Pangandaran sebagai destinasi wisata mendunia.

Di sisi lain, Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyambut baik langkah kolaborasi yang dilakukan Disparbud bersama stakeholder pariwisata dalam pengembangan Hajat Laut sebagai event wisata daerah.

“Saya diundang oleh Dinas Pariwisata dalam langkah kolaborasi. Hajat Laut ini minimal bisa dibuat menjadi event pariwisata dan saya kira itu sudah bagus,” kata Jeje.

Menurutnya, Hajat Laut pada dasarnya merupakan tradisi masyarakat nelayan yang memiliki nilai budaya sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap kondisi lingkungan pesisir Pangandaran.

“Bagi kami, Hajat Laut ini milik nelayan. Selain tradisi, kegiatan ini juga menjadi evaluasi terhadap kondisi lingkungan di Pangandaran,” ucapnya.

Pelaksanaan Hajat Laut 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026 bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah di kawasan PPI Cikidang Pangandaran.**

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280