Pangandaran, inakor.id – Kebakaran melanda gudang penyimpanan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Cleo yang berlokasi di Dusun Ciheras, RT 003/RW 001, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Senin (21/7/2026) siang. Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian besar atap bangunan dan menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seorang personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangandaran sempat mengalami sesak napas akibat menghirup asap pekat saat melakukan pemadaman. Petugas segera mendapatkan penanganan dan kondisinya dilaporkan telah membaik.

banner 336x280

 

Petugas Damkar melakukan proses pendinginan setelah berhasil memadamkan kebakaran gudang penyimpanan air minum kemasan di Desa Sukaresik, Pangandaran.
Petugas Damkar melakukan proses pendinginan setelah berhasil memadamkan kebakaran gudang penyimpanan air minum kemasan di Desa Sukaresik, Pangandaran.

 

Kepala Cabang Gudang Cleo Pangandaran, Farid, menuturkan kebakaran pertama kali diketahui ketika dirinya sedang menerima tamu dari pihak perusahaan di dalam gudang.

“Beberapa menit setelah tamu datang, terdengar suara ledakan dari arah dapur. Saya bersama rekan langsung menuju ke belakang dan melihat api sudah membesar di bagian atas bangunan,” ujar Farid kepada wartawan di lokasi.

Ia mengatakan api dengan cepat merambat karena konstruksi atap menggunakan material yang mudah terbakar, ditambah kondisi angin yang cukup kencang. Situasi tersebut membuat upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya tidak lagi memungkinkan.

“Saya hanya sempat menyelamatkan kendaraan operasional dan komputer. Setelah itu api semakin besar,” katanya.

Saat kebakaran terjadi, di dalam gudang terdapat tiga orang, yakni Farid, seorang tamu perusahaan, dan seorang staf administrasi. Selain merusak bangunan, api juga membakar sejumlah aset perusahaan serta barang pribadi milik Farid, di antaranya tas, dompet, dan uang tunai yang tersimpan di dalam gudang.

Farid memastikan sebelum kejadian tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Di dalam gudang tidak ada kompor. Hanya ada dispenser dan beberapa peralatan elektronik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangandaran, Fajar Lazuardi, menjelaskan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 14.45 WIB. Tak lama setelah menerima informasi, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi.

“Dua unit mobil pemadam dari Pos Damkar 1 dan Pos Damkar 2 kami kerahkan dengan melibatkan sekitar 10 personel. Saat tiba, api sudah menguasai bagian atap bangunan. Setelah dilakukan pemadaman, api berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan,” jelas Fajar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata Fajar, sumber api diduga berasal dari korsleting instalasi listrik. Api kemudian menyambar konstruksi atap berbahan kayu sehingga kobaran cepat membesar.

“Dugaan sementara penyebabnya korsleting listrik. Karena atap berbahan kayu, api dengan cepat menjalar ke hampir seluruh bagian atas bangunan,” ujarnya.

Hingga kini, nilai kerugian masih didata. Meski demikian, kerusakan bangunan serta stok air minum kemasan yang ikut terbakar diperkirakan menyebabkan kerugian melebihi Rp100 juta.

Usai api dipadamkan, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280