Pangandaran, inakor.id – Reses masa sidang II anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Rohimat Resdiana dari Fraksi PDI Perjuangan digelar di Aula Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (7/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rohimat menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pangandaran tetap menunjukkan keberpihakan kepada pemerintahan desa meski kondisi fiskal daerah saat ini belum sepenuhnya sehat.

banner 336x280

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, SH, pemerintah daerah terus berupaya mengalokasikan anggaran untuk mendukung kebutuhan desa dan masyarakat.

“Walaupun kondisi fiskal daerah belum sehat, Pemerintah Kabupaten Pangandaran di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Citra Pitriyami tetap menunjukkan keberpihakan kepada desa. Beliau memahami betul apa yang dirasakan oleh teman-teman pemerintahan desa,” kata Rohimat.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Pemkab Pangandaran mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (Bankeus) untuk desa sebesar Rp8,6 miliar.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi sejumlah program prioritas, di antaranya Tambahan Penghasilan Aparatur Desa (TAPD) bagi kepala desa dan perangkat desa, insentif RT/RW, insentif Linmas, serta insentif kader Posyandu.

“Anggaran Bankeus sebesar Rp8,6 miliar itu digunakan untuk TAPD kepala desa dan perangkat desa, insentif RT/RW, Linmas, hingga kader Posyandu. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap desa dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Selain menyoroti kebijakan anggaran, Rohimat juga mengingatkan masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan informasi dari BMKG, fenomena El Nino diperkirakan mulai berkembang pada Juni hingga Juli dan berpotensi menyebabkan kemarau panjang hingga puncaknya pada Agustus 2026.

Kondisi tersebut dinilai dapat memicu kekeringan dan mengancam ketahanan pangan masyarakat.

“Maka dari itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai menggalakkan penanaman tanaman alternatif pengganti beras seperti jagung, umbi-umbian, dan tanaman pangan lainnya sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang,” pungkasnya.**

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280