Pangandaran, inakor.id — Wacana pembangunan kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung di Kabupaten Pangandaran mulai mendapat perhatian. Rencana hibah lahan seluas 30 hektare di Desa Cikalong dinilai perlu dipastikan terlebih dahulu manfaat dan urgensinya bagi masyarakat.
Sorotan tersebut disampaikan mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya melihat pembangunan perguruan tinggi baru dari sisi penambahan fasilitas pendidikan, tetapi juga mengukur sejauh mana keberadaannya mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat Pangandaran.
Menurut Jeje, sejumlah persoalan terkait perguruan tinggi yang sudah berada di Pangandaran perlu mendapat perhatian terlebih dahulu, termasuk keberadaan PSDKU Unpad dan rencana pendirian IAIN.
“Yang sudah ada saja harus diselesaikan dulu, seperti Unpad dan IAIN. Bagaimana komitmennya, bagaimana kontribusinya terhadap peningkatan akses dan indeks pendidikan warga Pangandaran?” ujar Jeje via pesan Whatsapp, Kamis (27/8/2026).
Ia menegaskan, penambahan kampus baru sebaiknya tidak dilakukan hanya untuk mengejar jumlah perguruan tinggi. Pemerintah perlu memiliki gambaran yang jelas mengenai kebutuhan masyarakat serta dampak yang akan dihasilkan.
“Jangan hanya mengejar kuantitas atau jor-joran menambah perguruan tinggi baru, sementara anak-anak kita sendiri tidak mendapatkan manfaat optimal,” katanya.
Jeje juga mendorong adanya pembahasan terbuka sebelum proses hibah lahan dilanjutkan. Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD perlu melibatkan Dewan Pendidikan, kalangan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, serta masyarakat dalam pembahasan tersebut.
Sebelumnya, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkapkan kesiapan pemerintah daerah menyediakan lahan untuk pembangunan kampus ISBI Bandung di Desa Cikalong. Pernyataan itu disampaikan saat Festival dan Expo KKN di Alun-alun Parigi, Minggu (23/8/2026).
Citra menyebut lahan seluas 30 hektare sedang dipersiapkan untuk dihibahkan. Rencana tersebut masih harus melalui sejumlah tahapan administratif.
“Ya doain saja mudah-mudahan 30 hektar kita hibahkan. Tinggal proses,” kata Citra.
Sementara itu, Rektor ISBI Bandung Retno Dwimawarti menjelaskan bahwa kebutuhan awal lahan untuk pembangunan kampus tersebut sebenarnya sekitar 10 hektare.
Namun, kebutuhan lahan kemudian berkembang menjadi 30 hektare setelah mempertimbangkan ketentuan yang diterapkan bagi perguruan tinggi negeri.
“Kementerian bilang, tanggung kalau 10 hektare karena standar perguruan tinggi negeri, universitas atau institut itu 30 hektar,” ujar Retno.
Pihak ISBI Bandung bersama Pemkab Pangandaran juga telah melakukan peninjauan terhadap lokasi yang direncanakan menjadi kawasan kampus di Desa Cikalong. Setelah tahapan tersebut, proses akan dilanjutkan dengan penandatanganan naskah hibah bersama kementerian terkait.
Rencana tersebut berpotensi memberikan ruang baru bagi pengembangan pendidikan seni dan budaya di Pangandaran. Namun, sebelum hibah lahan ditetapkan, sejumlah aspek penting perlu dijelaskan kepada publik.
Di antaranya terkait kebutuhan mahasiswa, program studi yang akan dibuka, peluang bagi putra-putri daerah untuk mengakses pendidikan di kampus tersebut, hingga kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan perekonomian masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan kampus ISBI di Pangandaran diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik. Keberadaannya harus memiliki manfaat yang terukur dan memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat setempat.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan