Pangandaran, inakor.id — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, M. Taufiq Martin, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran mempertimbangkan kembali rencana pemberian hibah tanah seluas 30 hektare untuk pembangunan kampus ISBI.

Menurut Taufiq, pemerintah daerah perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat terhadap lahan, khususnya masyarakat nelayan yang hingga kini masih membutuhkan tempat tinggal.

banner 336x280

“Sementara ini masih banyak para nelayan yang membutuhkan lahan untuk rumah. Jadi, saya kira ini harus dipikirkan kembali oleh pemerintah daerah,” kata M. Taufiq Martin melalui sambungan telepon Whatsapp, Kamis (27/8/2026).

Sebagai tokoh masyarakat sekaligus pimpinan DPRD, ia menegaskan bahwa kebijakan terkait pemanfaatan lahan tidak semestinya dilakukan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Jangan karena ada permintaan langsung diberikan. Tidak bisa begitu. Harus dipertimbangkan secara matang,” ujarnya.

Taufiq juga menyoroti lokasi lahan ISBI yang direncanakan berada di wilayah Cikalong. Ia menyampaikan pandangannya tersebut bukan hanya sebagai pimpinan DPRD, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Sebagai pimpinan dan anggota DPRD, sekaligus sebagai masyarakat, kami tidak setuju dengan komitmen Pemda untuk memberikan hibah tanah seluas 30 hektare jika masyarakat masih membutuhkan lahan tersebut,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan kajian kembali dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat, terutama kebutuhan hunian bagi nelayan, sebelum mengambil keputusan terkait rencana hibah lahan tersebut.

Di sisi lain, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami memastikan Pemkab Pangandaran siap memberikan bantuan hibah lahan untuk pembangunan Kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Kabupaten Pangandaran. Bahkan, muncul informasi mengenai wacana perguruan tinggi lain yang berpotensi menyusul.

Kekurangan lahan untuk pembangunan kampus ISBI disebut tidak lagi menjadi kendala. Pemkab Pangandaran telah menyanggupi penyediaan lahan seluas 30 hektare sesuai kebutuhan pemenuhan standar pembangunan kampus.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan kesiapan hibah lahan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Pangandaran. Menurutnya, kehadiran kampus ISBI di Pangandaran diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih dekat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan segera dibangun ya. Karena memang kalau ISBI kan sebenarnya kampusnya sudah ada di Bandung,” ucap Citra, Senin (24/8/2026).

Ia juga meminta doa dari berbagai pihak agar proses hibah lahan seluas 30 hektare tersebut segera berjalan dan pembangunan kampus dapat direalisasikan.

“Mudah-mudahan saja 30 hektar kita hibahkan. Tinggal proses,” katanya.

Jika terealisasi, ISBI akan memiliki kampus di dua lokasi, yakni Bandung dan Pangandaran. Keberadaan kampus tersebut diharapkan memudahkan masyarakat Pangandaran yang ingin menempuh pendidikan di ISBI tanpa harus pergi ke Bandung.

Kampus ISBI direncanakan dibangun di Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, dengan luas lahan mencapai 30 hektare. Rencananya, kampus tersebut akan mengadopsi program studi dan mekanisme pembelajaran dari kampus induk ISBI di Bandung.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280