Sumedang.inakor.id- Sekda Tuti Ruswati menegaskan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Tuti menyoroti tingkat kehadiran ASN dalam apel. Berdasarkan pengecekan pada sejumlah bagian, masih terdapat ASN yang tidak hadir sehingga secara keseluruhan jumlah ketidakhadiran disebut mendekati 30 orang.

Tuti meminta para kepala bagian dan atasan langsung untuk mengevaluasi kehadiran pegawai serta memastikan alasan ketidakhadiran dapat dipertanggungjawabkan. “Yang sakit mudah-mudahan diberikan kesembuhan tetapi yang malas harus dibina,” tegas Tuti saat memimpin Apel Pagi di di Lapangan Apel Setda PPS, Senin (14/9/2026).

banner 336x280

Menurut Tuti, kedisiplinan bukan sekadar kewajiban mengikuti apel, tetapi merupakan bagian dari budaya kerja ASN. Setda memiliki posisi strategis dalam pemerintahan, termasuk dalam perumusan kebijakan dan mendukung kelancaran kerja pimpinan daerah.

“Jangan menganggap pekerjaan kecil. Surat yang tidak dikerjakan satu hari saja bisa berdampak terhadap kebijakan pimpinan apabila surat tersebut penting dan harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Tuti juga mengingatkan agar nilai-nilai BerAKHLAK tidak berhenti pada slogan yang dibacakan saat apel, tetapi benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Nilai Berorientasi Pelayanan, misalnya, harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas secara optimal. Sementara Akuntabel berarti setiap pekerjaan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administratif maupun moral.

Dalam hal administrasi keuangan, Tuti meminta seluruh pegawai tidak menunda penyelesaian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) maupun Laporan Kinerja Harian (LKH). “Namanya laporan kinerja harian, berarti harus dikerjakan setiap hari. Jangan ditumpuk karena akhirnya kita lupa apa yang dikerjakan,” katanya.

Ia menegaskan, akuntabilitas merupakan hal yang sangat penting karena ASN bekerja untuk negara dan masyarakat, bukan untuk kepentingan individu atau pejabat tertentu. “Pimpinan bisa berganti, pejabat bisa berganti, mutasi atau rotasi. Tetapi amanah sebagai ASN harus tetap dipertanggungjawabkan,” katanya

Selain akuntabilitas, Tuti mendorong ASN untuk terus meningkatkan kompetensi. Program pengembangan kompetensi yang difasilitasi BKPSDM, termasuk pembelajaran melalui LMS, diminta dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Ilmu itu tidak berat dibawa. Kompetensi akan melekat kepada Bapak dan Ibu. Jadi manfaatkan fasilitas pengembangan kompetensi yang sudah diberikan,” katanya. ***

banner 336x280