Pangandaran, inakor.id – Pengamat kebijakan publik, Miftah Mujahid, S.H., mengapresiasi langkah Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang aktif memanfaatkan media sosial pribadinya sebagai sarana komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus media promosi potensi wisata daerah.

Menurut Miftah, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Media sosial kini tidak hanya menjadi ruang berbagi informasi, tetapi juga menjadi instrumen pelayanan publik yang mampu mendekatkan pemimpin daerah dengan warganya.

banner 336x280

“Media sosial saat ini merupakan instrumen komunikasi publik yang sangat efektif. Apa yang dilakukan oleh Ibu Bupati tidak hanya membangun kedekatan dengan masyarakat, tetapi juga menjadi media promosi wisata Kabupaten Pangandaran tanpa membebani anggaran APBD,” ujar Miftah Mujahid melalui via pesan Whatsapp Jumat (12/6/2026).

Ia menilai, aktivitas yang ditampilkan Bupati Pangandaran melalui media sosial, seperti kunjungan ke sejumlah destinasi wisata, menikmati produk kuliner lokal, maupun memperlihatkan potensi daerah, secara tidak langsung menjadi bentuk promosi yang memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata.

“Setiap unggahan yang memperlihatkan potensi daerah memiliki nilai promosi tersendiri. Masyarakat luas dapat mengenal Pangandaran melalui konten yang dibagikan secara langsung oleh kepala daerah,” katanya.

Selain sebagai sarana promosi, Miftah menyebut media sosial juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Menurutnya, pola komunikasi tersebut dapat mempercepat penyampaian informasi kepada pemerintah daerah karena masyarakat tidak harus selalu melalui jalur birokrasi yang panjang.

“Tidak jarang kita melihat Bupati merespons langsung keluhan masyarakat melalui media sosial, bahkan turun ke lapangan untuk memastikan persoalan tersebut ditindaklanjuti. Ini menunjukkan bentuk pemerintahan yang hadir dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Miftah menambahkan, pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari komunikasi pemerintahan sejalan dengan upaya Kabupaten Pangandaran dalam memperkuat sektor pariwisata menuju destinasi berkelas dunia.

Ia berharap pola komunikasi terbuka dan adaptif tersebut dapat diterapkan oleh seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar pelayanan publik semakin dekat dengan masyarakat.

“Semangat promosi daerah dan pelayanan publik melalui media sosial perlu menjadi budaya baru di lingkungan pemerintahan. Dengan komunikasi yang cepat, terbuka, dan dekat dengan masyarakat, cita-cita Pangandaran menuju pariwisata dunia akan semakin mudah diwujudkan,” pungkas Miftah Mujahid.**

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280