Pangandaran, inakor.id – Potensi peningkatan curah hujan di tengah musim kemarau menjadi perhatian Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pangandaran. Menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Trie Sodikin, mengatakan informasi BMKG menunjukkan adanya aktivitas gelombang atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan pada periode 26 Juli hingga 1 Agustus 2026. Jawa Barat termasuk wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan, khususnya pada 26–28 Juli 2026.

banner 336x280

Menurut Anang, perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba dapat memengaruhi kondisi perairan dan berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran maupun wisata bahari. Karena itu, nelayan, wisatawan, operator jasa wisata, hingga masyarakat yang berkunjung ke kawasan pantai diminta tidak mengabaikan informasi cuaca.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Sebelum beraktivitas di laut, pastikan terlebih dahulu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Jangan memaksakan melaut apabila kondisi cuaca maupun gelombang dinilai tidak aman, serta ikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Anang, Rabu (29/7/2026).

Ia menambahkan, Satpolairud Polres Pangandaran terus melakukan pemantauan kondisi perairan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan informasi cuaca dapat segera diterima masyarakat.

Melalui langkah tersebut, diharapkan potensi kecelakaan laut maupun risiko lain akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan, sehingga aktivitas masyarakat di kawasan pesisir tetap berlangsung dengan aman.***

 

(Agit/ Agus Giantoro) 

banner 336x280