Pangandaran, inakor.id – Kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ke Jembatan Gantung Pongpet, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Senin (14/9/2026), mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin, mengaku bersyukur atas perhatian KSAD terhadap kebutuhan infrastruktur masyarakat, khususnya pembangunan Jembatan Gantung Pongpet yang selama ini menjadi akses penting warga.

banner 336x280

Menurut Enceng, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar perbaikan atau rehabilitasi, melainkan pembangunan permanen secara menyeluruh.

“Saya sangat bahagia, warga masyarakat pun sangat antusias. Saya juga semakin yakin bahwa jembatan gantung itu akan dibangun secara permanen, secara bangun total,” ujar Enceng.

Kades Margacinta Enceng Anwar Solihin saat menyampaikan keterangan terkait respons KSAD terhadap aspirasi pembangunan infrastruktur di Desa Margacinta, Pangandaran. Foto : Agit/ Inakor
Kades Margacinta Enceng Anwar Solihin saat menyampaikan keterangan terkait respons KSAD terhadap aspirasi pembangunan infrastruktur di Desa Margacinta, Pangandaran. Foto : Agit/ Inakor

Ia menjelaskan, seluruh material dan bagian konstruksi jembatan yang ada saat ini, termasuk tiang dan seling, nantinya akan dibongkar dan diganti dengan konstruksi baru.

“Jadi bukan rehab lagi, bukan perbaikan lagi, tapi total semuanya dibangun. Yang ada sekarang, material ataupun tiang yang ada, mau dirobohkan semuanya, termasuk seling dan hal-hal lainnya. Jadi semuanya dibuat baru,” katanya.

Selain pembangunan Jembatan Pongpet, sejumlah aspirasi masyarakat lainnya juga mendapat respons dari KSAD. Salah satunya terkait kebutuhan sarana air bersih.

Enceng menyampaikan, pembangunan sarana air bersih saat ini telah dikerjakan di empat titik, yakni Dusun Cinawung, Dusun Margajaya, Dusun Cibunian, dan Dusun Karangkamulyan.

Pihak desa juga mengajukan usulan tambahan satu titik sarana air bersih di kawasan Muntuk Wareng. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dari sebagian Dusun Cibunian dan sebagian Dusun Cidabung.

Perhatian lainnya menyangkut fasilitas pendidikan keagamaan. Desa Margacinta memiliki dua pondok pesantren, yakni Pesantren Al-Mabrur dan Pesantren Al-Hasan Mubarak, yang masih membutuhkan bangunan kobong atau tempat istirahat bagi para santri.

Selain itu, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Cidawung turut diusulkan. Kondisi bangunan Pustu yang ada saat ini dinilai sudah memprihatinkan dan berpotensi membahayakan karena mengalami kerusakan.

Aspirasi lain yang disampaikan masyarakat adalah kebutuhan aula desa yang representatif. Selama ini, Desa Margacinta belum memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan musyawarah, diskusi, maupun pertemuan antara masyarakat dengan pemerintah desa.

“Masyarakat yang meminta, bukan saya, bukan Kepala Desa. Desa Margacinta belum memiliki aula desa yang representatif. Ketika masyarakat butuh diskusi, musyawarah, atau kegiatan yang harus dihadiri kepala desa, kita belum memiliki tempat itu,” ungkapnya.

Enceng mengaku bersyukur karena usulan tersebut mendapat respons positif dari KSAD.

“Alhamdulillah, barusan Pak Kasad merespons untuk pembangunan aula, untuk pertemuan masyarakat dengan kepala desa ataupun dengan perangkat desa,” pungkas Enceng.

Kunjungan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak diharapkan tidak hanya mempercepat realisasi pembangunan permanen Jembatan Pongpet, tetapi juga mendorong peningkatan berbagai fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat Desa Margacinta.***

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280