Pangandaran, inakor.id — Hubungan antara 234 Solidarity Community (234 SC) dan Pemuda Pancasila di Kabupaten Pangandaran kembali diperkuat melalui kunjungan silaturahmi jajaran DPW 234 SC Jawa Barat dan DPC 234 SC Pangandaran ke Mako MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran, Jalan Bulak Laut, Pangandaran, Jum’at (11/9/2026) malam.
Kunjungan tersebut berlangsung setelah rangkaian konsolidasi internal DPW 234 SC Jawa Barat bersama DPC 234 SC Pangandaran. Pertemuan menjadi ruang komunikasi untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus membahas peluang kerja sama dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Sejumlah agenda dibicarakan dalam pertemuan tersebut, mulai dari penguatan komunikasi ant organisasi, kegiatan kepemudaan, sosial kemasyarakatan, hingga kemungkinan kolaborasi program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Pangandaran.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran, Eko Suwartono, mengatakan, hubungan antara 234 SC dan Pemuda Pancasila memiliki kedekatan kekeluargaan dan sejarah yang kuat.
“Bagi kami, 234 SC dan Pemuda Pancasila bukanlah dua kelompok yang harus dipertentangkan. Ada hubungan kekeluargaan dan sejarah yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu, komunikasi dan silaturahmi seperti ini harus terus dijaga,” ujar Eko.

Ia menambahkan, pihaknya terbuka terhadap peluang kerja sama dengan 234 SC, khususnya dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Kalau ada program yang bisa kita kerjakan bersama, tentu kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Organisasi harus mampu memberikan kontribusi positif, bukan hanya berkutat pada urusan internal,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC 234 SC Kabupaten Pangandaran, Tushendar, SE., menyebut kunjungan tersebut sebagai langkah memperkuat kembali komunikasi dan semangat persaudaraan antarkedua organisasi.
“Kita datang bukan sekadar berkunjung, tetapi membangun kembali ruang komunikasi dan memperkuat hubungan kekeluargaan. 234 SC dan Pemuda Pancasila memiliki kedekatan historis dan nilai perjuangan yang kuat,” ujar Tushendar.
Menurutnya, perbedaan identitas organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersama-sama menjalankan kegiatan yang bermanfaat.
“Kita bisa tetap memiliki identitas organisasi masing-masing, tetapi ketika ada kepentingan sosial, kemanusiaan, kepemudaan, dan kemasyarakatan, kita bisa berdiri bersama,” tuturnya.
Tushendar juga berharap hubungan tersebut dapat diwujudkan melalui program bersama yang lebih konkret.
“Yang kita cari bukan siapa yang paling depan, tetapi apa yang bisa kita lakukan bersama. Kalau Pemuda Pancasila memiliki program yang bisa kita dukung, 234 SC siap bersinergi. Begitu juga ketika 234 SC memiliki kegiatan, kami berharap keluarga besar Pemuda Pancasila dapat ikut mengambil bagian,” katanya.
Kunjungan tersebut menegaskan bahwa konsolidasi organisasi tidak hanya berkaitan dengan penguatan internal, tetapi juga dapat diarahkan untuk memperluas jejaring persaudaraan dan membangun kerja sama lintas organisasi.
Dengan komunikasi yang terbuka dan hubungan yang terjaga, 234 SC dan Pemuda Pancasila di Pangandaran diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam kegiatan sosial, kepemudaan, dan kemasyarakatan.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan