MAKASSAR,INAKOR.ID – Aktivitas proyek pembangunan di kawasan samping GOR Sudiang menuai sorotan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, akses jalan masuk yang digunakan untuk mobilisasi material mengalami kerusakan parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan berlubang dan licin, terutama saat hujan turun. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas, termasuk pelajar yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
Jalan tersebut diketahui merupakan jalur utama bagi warga perumahan setempat, sekaligus akses menuju SMA Negeri 22 Makassar. Sebelum adanya aktivitas proyek, kondisi jalan relatif baik. Namun, intensitas kendaraan berat yang keluar masuk mengangkut material disebut menjadi penyebab utama kerusakan yang terjadi saat ini.
“Sebelumnya tidak separah ini. Sejak ada pembangunan, jalan makin rusak dan licin. Sangat berbahaya, apalagi untuk anak sekolah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menilai pihak kontraktor belum menunjukkan tanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan. Hingga kini, belum terlihat adanya upaya perbaikan atau penanganan sementara guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap pihak yang melakukan kegiatan yang berdampak pada fungsi jalan wajib menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas. Selain itu, pihak pelaksana proyek juga berkewajiban melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan jalan akibat aktivitas yang dilakukan.
Masyarakat berharap pihak terkait, baik kontraktor maupun pemerintah setempat, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jalan demi menjamin keselamatan pengguna jalan.
Team Mnji



Tinggalkan Balasan