Makassar, Inakor.id — Masih ingat gadis usia 20 tahun yang viral karena kelola 41 Dapur SPPG? Namanya Yasika Aulia Ramadhani, putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Yasir Machmud, sebelumnya menjadi sorotan karena mengelola hingga 41 unit Dapur MBG melalui sejumlah yayasan yang terafiliasi.
Jumlah tersebut sebenarnya jauh melampaui ketentuan yang pernah ditetapkan BGN. Pada 2025, Kepala BGN saat itu, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa satu yayasan hanya diperbolehkan mengelola maksimal 10 SPPG dalam satu provinsi dan maksimal lima SPPG jika tersebar lintas provinsi.
Namun, Dadan saat itu tidak mau memberi sanksi beberapa yayasan yang sekaligus mengelola hingga puluhan SPPG. Dadan justru membela para pengelola tersebut, dengan menyebutnya “pejuang merah putih” yang berjasa mempercepat penyediaan sarana dan prasarana program MBG.
Pernyataan itu kini kembali menjadi perhatian publik setelah Dadan bersama dua petinggi BGN ditangkap dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis.
Aktivis antikorupsi Sholehudin meminta aparat penegak hukum mengaudit dan memeriksa seluruh dapur MBG yang berada di bawah kendali Yasika Group di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, audit independen diperlukan untuk memastikan seluruh rantai pengelolaan program strategis nasional tersebut berjalan sesuai regulasi dan bebas dari penyimpangan.
“Setelah kasus yang menyeret petinggi BGN terungkap, seluruh mitra yang mengelola program dalam jumlah besar juga perlu diaudit secara terbuka,” tegas Sholehudin.
Ia menilai pemeriksaan harus mencakup legalitas operasional, proses kemitraan, hingga pengelolaan anggaran pada puluhan SPPG yang selama ini berada di bawah Yayasan Yasika Group.
Desakan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejak 2025 publik telah mempertanyakan bagaimana satu kelompok yayasan dapat mengendalikan hingga 41 SPPG, sementara aturan BGN secara tegas membatasi jumlah pengelolaan hanya 10 unit dalam satu provinsi.
Kini, setelah kasus korupsi yang menyeret pucuk pimpinan BGN mencuat ke permukaan, sorotan terhadap 41 SPPG milik Yasika Aulia kembali menguat. Aktivis antikorupsi meminta aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada penangkapan petinggi BGN, tetapi juga menelusuri seluruh mitra yang selama ini memperoleh porsi besar dalam proyek MBG.



Tinggalkan Balasan