CILEGON,INAKOR.ID – Belasan pengemudi ojek online (ojol) yang mangkal di kawasan Ruko Bonakarta, Kota Cilegon, resah akibat maraknya order fiktif. Aksi jahil tersebut terjadi pada Sabtu malam (17/10/2026) hingga Minggu dini hari (18/10/2026).

Modusnya, pelaku memesan layanan ojek online dengan rute tak masuk akal. Salah satunya mencantumkan titik jemput dari Politeknik Krakatau Cilegon dengan tujuan DKI Jakarta.

banner 336x280

Saat pengemudi mendatangi titik penjemputan, pemesan tak kunjung muncul meski sudah ditunggu lebih dari 15 menit. Pesan melalui fitur chat aplikasi pun tak dibalas.

Menurut keterangan para pengemudi di lokasi, order mencurigakan itu muncul berulang. Tercatat lebih dari 10 order fiktif dalam rentang pukul 21.00 WIB Sabtu hingga 01.30 WIB Minggu dini hari.

Salah satu korban, pengemudi yang akrab disapa Bang B, mengaku sangat dirugikan. Selain waktu terbuang, order fiktif juga mengancam performa akun mereka di aplikasi.

“Yang jelas kami sangat dirugikan. Pertama, kami korban penipuan digital. Kedua, waktu kami terbuang sia-sia padahal bisa buat cari order lain. Ketiga, performa akun kami dipertaruhkan. Kami bisa dianggap aplikator mengabaikan order, padahal ini jelas order fiktif yang seharusnya tidak pernah ada,” ujar Bang Baid

Tak tinggal diam, Bang B bersama korban lainnya berencana menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke Polres Cilegon.

Ia menyebut, para pengemudi telah mengumpulkan sejumlah bukti. Mereka juga akan mendatangi kantor cabang aplikator untuk meminta penelusuran identitas akun pelaku melalui prosedur resmi.

“Karena bukti-bukti telah kami kumpulkan, secepatnya kami akan ke kantor cabang aplikator untuk minta bantuan telusuri identitas pelaku. Setelah identitasnya diketahui, semua bukti akan kami serahkan ke Polres Cilegon agar ditindaklanjuti,” tegasnya.

Para pengemudi yang menamakan diri BONJOVERS (Bonakarta Ojol Drivers) berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Mereka berharap langkah hukum ini memberi efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa, sehingga para ojol bisa bekerja dengan aman tanpa dibayangi order fiktif.

Wartawan : Ade maftuhi 

banner 336x280