Pangandaran, inakor.id – Nilai transaksi hasil tangkapan nelayan di KUD Minasari Pangandaran selama September 2026 mencapai sekitar Rp6,03 miliar. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran Rp2,1 miliar.

Ketua KUD Minasari Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan peningkatan tersebut menjadi capaian yang cukup luar biasa. Menurutnya, tingginya nilai transaksi menunjukkan aktivitas nelayan di tempat pelelangan ikan (TPI) mengalami perkembangan positif.

banner 336x280

“Alhamdulillah di September ini transaksinya mencapai kurang lebih Rp6 miliar lebih, Rp6.030.000.000. Ini satu rekor yang luar biasa. Tahun dulu hanya Rp2,1 miliar, sekarang sudah Rp6 miliar,” ujar Jeje, Kamis (1/10/2026).

Jeje menilai peningkatan transaksi tersebut setidaknya memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi masyarakat nelayan. Dari nilai transaksi yang terjadi, dapat dilihat besarnya perputaran ekonomi yang bersumber dari hasil tangkapan nelayan.

“Yang pertama, ini menggambarkan secara kasar bahwa inilah kegiatan rakyat kita. Kita bisa menghitung berapa pendapatan rakyat,” katanya.

Menurut Jeje, peningkatan transaksi juga tidak terlepas dari tingginya antusiasme nelayan untuk melakukan transaksi melalui KUD Minasari.

“Yang kedua, antusias nelayan untuk bertransaksi di KUD ini tinggi sekali. Dari Rp2 miliar dulu, sekarang sudah Rp6 miliar. Satu lompatan Rp3 miliar,” ujarnya.

Namun, Jeje mengatakan besarnya nilai transaksi belum serta-merta menjadi ukuran tingkat kesejahteraan nelayan. Karena itu, pihaknya masih melakukan evaluasi untuk melihat seberapa besar kontribusi transaksi tersebut terhadap kondisi ekonomi para nelayan.

“Yang paling penting itu saya sedang menghitung signifikansi angka Rp6 miliar ini terhadap kesejahteraan nelayan seperti apa. Ini yang sedang saya evaluasi,” kata Jeje.

Dari hasil pemantauan selama September, Jeje juga menyebut perkembangan harga sejumlah jenis ikan cukup baik. Beberapa hasil tangkapan yang mendominasi antara lain ikan layur, bawal hitam, dan tenggiri.

“Dari satu bulan ini saya melihat perkembangan harga ikan sudah bagus. Dominasi tangkapan ikan layur, bawal hitam, tenggiri itu sudah bagus,” tuturnya.

Selain ikan, hasil tangkapan udang juga dinilai menunjukkan perkembangan yang baik. Jeje berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga aktivitas ekonomi nelayan di Pangandaran semakin berkembang.

“Udang juga sudah bagus. Insya Allah tentu akan berjalan dengan baik,” katanya.

Jeje menegaskan, evaluasi terhadap aktivitas pelelangan tidak hanya berdasarkan angka transaksi. Aspirasi dari nelayan dan bakul juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah ke depan.

“Suara nelayan, suara bakul, tarikan sudah kita dengar bersama, dan itu menjadi acuan,” pungkasnya.***

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280