Sumedang.inakor.id- Desa Cimungkal, Kecamatan Wado akan menjaga budaya tani di wilayahnya. Desa Cimungkal sendiri berada di kaki Gunung Cakrabuana dan terkenal dengan hasil bumi dan palawijanya.
Kepala Desa Cimungkal Dede Rustandi menyebutkan potensi lahan perkebunan di Cimungkal begitu tinggi untuk bisa dimanfaatkan warga. Sehingga menjadi kewajiban pemerintah desa untuk memberikan fasilitasi yang baik untuk peningkatan sumber daya perkebunan itu. “Karena dari perkebunan pula masyarakat kami bisa menopang kebutuhan hidup,” kata Dede.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk mencapi 4.000 jiwa lebih, ia menginginkan generasi selanjutnya bisa meningkatkan teknologi pertanian. Agar masyatakat Cimungkal lebih maju di bidang pertanian dan perkebunan. “Kami akan menjaga budaya tani dan mudah-mudahan generasi ke depan bisa lebih pintar ilmu pertaniannya,” katanya.
Ia menyampaikan, kehidupan masyarakat Cimungkal juga sudah mengalami peningkatan. Berbagai insfratruktur telah dibangun. Sejumlah akses jalan perkampungan sudah berlapis aspal. Begitupun dengan fasilitas pemerintahan, keagamaan dan fasilitas sosial serta fasilitas umum lainnya.
Desa Cimungkal sendiri saat ini usianya sudah menginjak 179 tahun pada 31 Agustus 2026. Kades Cimungkal Dede menyebutkan, memasuki usia wilayahnya yang lebih dari 100 tahun, Cimungkal tetap akan jadi kawasan pertanian dan perkebunan. Dengan luas hampir 1.000 hektare, sekitar 80 persennya merupakan lahan kebun. “Dengan modal lahan yang luas itu hampir 92 persen warga Cimungkal bergerak di bidang perkebunan,” katanya.***



Tinggalkan Balasan