GOWA,INAKOR.ID – Ketegasan dalam memberantas peredaran narkotika menjadi salah satu karakter yang melekat pada sosok IPTU Firman, S.H., M.H. Namun, di balik komitmennya dalam penegakan hukum, perwira Polri tersebut juga dikenal sebagai pribadi yang humanis, rendah hati, dan mampu membangun kedekatan dengan berbagai elemen masyarakat. 8/7/26
Selama menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polres Gowa, IPTU Firman tidak hanya berorientasi pada pengungkapan kasus dan penindakan terhadap pelaku kejahatan narkotika. Ia juga menempatkan upaya pencegahan sebagai bagian penting dalam strategi pemberantasan narkoba melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
Berbagai kemitraan dibangun bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga insan pers. Melalui komunikasi yang terbuka dan sinergi lintas sektor, ia mendorong lahirnya kesadaran kolektif bahwa perang melawan narkotika merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam berbagai kesempatan, IPTU Firman kerap hadir sebagai narasumber pada kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba di sekolah, kampus, maupun forum kemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Komitmennya dalam membangun kepercayaan publik juga terlihat dari hubungan yang harmonis dengan media massa. Ia memandang insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat. Sikap terbuka terhadap kritik dan masukan menjadi bagian dari upayanya menjaga transparansi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Sisi humanis IPTU Firman turut tercermin melalui program pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan Satresnarkoba Polres Gowa. Salah satunya melalui kegiatan “Jumat Berkah”, yakni makan bersama para tahanan sembari mendengarkan keluh kesah mereka dan memberikan motivasi agar memiliki tekad untuk memperbaiki diri setelah menjalani proses hukum. Program tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena menghadirkan pendekatan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Pendekatan yang mengedepankan profesionalisme sekaligus nilai-nilai kemanusiaan menjadikan IPTU Firman sebagai sosok yang dihormati oleh masyarakat. Ia dinilai tidak hanya tegas terhadap pelaku tindak pidana narkotika, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik serta merangkul berbagai pihak dalam upaya menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kini, seiring amanah barunya sebagai Panit II Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan, banyak pihak menaruh harapan agar pengalaman, integritas, serta gaya kepemimpinan yang dimilikinya dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memperkuat pemberantasan narkotika di Sulawesi Selatan.
Dedikasi, integritas, dan pendekatan humanis yang selama ini ditunjukkan IPTU Firman menjadi cerminan bahwa penegakan hukum tidak hanya membutuhkan ketegasan, tetapi juga kepedulian, empati, dan kemampuan membangun kolaborasi dengan masyarakat. Semangat tersebut diharapkan terus menjadi inspirasi dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern, terpercaya, dan semakin dekat dengan masyarakat.
(Restu)



Tinggalkan Balasan