Pangandaran, inakor.id – Kehadiran Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Priangan Timur. Di balik berdirinya kampus tersebut, terdapat peran strategis mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, yang sejak awal mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.
Jeje mengatakan, gagasan menghadirkan perguruan tinggi negeri di Pangandaran berangkat dari rendahnya Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT) saat dirinya mulai memimpin daerah tersebut. Menurutnya, banyak lulusan SMA sederajat yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan akses dan biaya.
“Pada saat itu kami melihat banyak anak-anak Pangandaran yang memiliki potensi, tetapi terkendala akses dan biaya untuk kuliah di kota besar. Karena itu, kami berupaya menghadirkan perguruan tinggi negeri agar kesempatan memperoleh pendidikan tinggi semakin terbuka,” kata Jeje, Rabu (24/6/2026).
Upaya tersebut kemudian diwujudkan melalui komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, serta pihak Universitas Padjadjaran. Hasilnya, Pangandaran ditetapkan sebagai lokasi pengembangan PSDKU Unpad.
Jeje menuturkan, sejak tahap perencanaan dirinya juga mendorong agar keberadaan kampus tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Salah satunya melalui kebijakan kuota penerimaan mahasiswa.
“Kami meminta agar minimal 50 persen daya tampung diperuntukkan bagi putra-putri asli Pangandaran. Tujuannya agar mereka mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mengenyam pendidikan tinggi dan nantinya kembali membangun daerah,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran saat itu juga mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp1 miliar untuk membantu mahasiswa asal Pangandaran. Bantuan tersebut digunakan untuk meringankan biaya kuliah mahasiswa pada semester tertentu.
Tidak hanya dukungan pembiayaan, pemerintah daerah juga menghibahkan lahan seluas 20 hektare di Dusun Sukamanah, Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, sebagai lokasi pembangunan kampus.
Kerja sama yang diawali melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Maret 2017 itu kini menunjukkan hasil nyata. PSDKU Unpad Pangandaran telah memiliki ratusan mahasiswa aktif yang menempuh pendidikan pada lima program studi, yakni Administrasi Bisnis, Peternakan, Ilmu Komunikasi, Keperawatan, dan Perikanan.
Jeje berharap keberadaan PSDKU Unpad terus menjadi motor peningkatan kualitas SDM di Pangandaran dan wilayah sekitarnya.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan terbaik tanpa harus meninggalkan kampung halamannya karena keterbatasan ekonomi maupun akses,” katanya.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan