Pangandaran, inakor.id – Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ciliang, kawasan wisata Batu Hiu, Jajat Sudrajat, meminta pemerintah dan pihak terkait segera menyelesaikan penanganan insiden tongkang bermuatan batu bara yang kandas di perairan Pangandaran. Menurutnya, langkah cepat dan pengawasan ketat sangat diperlukan mengingat Kabupaten Pangandaran akan memasuki masa libur sekolah yang diperkirakan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Hal tersebut disampaikan Jajat dalam Rapat Tindak Lanjut Penanggulangan Tumpahan Batu Bara yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, Senin (22/6/2026).

banner 336x280

Jajat mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah pihak di lapangan mengenai perlunya pembentukan tim pengawas untuk memantau kondisi kawasan pesisir dan objek wisata yang berpotensi terdampak.

“Kami melihat perlu adanya tim pengawas di lapangan, terutama menjelang libur sekolah. Karena dalam beberapa minggu ke depan akan terjadi peningkatan aktivitas wisatawan di kawasan pantai,” kata Jajat.

Ia menilai hingga saat ini masyarakat masih menunggu hasil kajian terkait potensi dampak lingkungan akibat batu bara yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk kemungkinan pengaruhnya terhadap kawasan wisata Batu Hiu.

“Kami berharap ada kejelasan mengenai hasil kajian dampak lingkungan, termasuk apakah material batu bara tersebut berpotensi terbawa arus hingga ke kawasan Batu Hiu atau tidak,” ujarnya.

Menurut Jajat, kepastian informasi sangat penting untuk menjaga rasa aman wisatawan dan menghindari munculnya kekhawatiran yang dapat berdampak pada citra pariwisata Pangandaran.

“Jangan sampai muncul persepsi negatif di masyarakat atau wisatawan yang akhirnya berdampak terhadap kunjungan wisata. Sektor pariwisata merupakan sumber penghidupan masyarakat di kawasan pesisir, sehingga penanganan harus dilakukan secara cepat dan transparan,” katanya.

Selain itu, Pokdarwis juga mendorong dilakukan pemantauan secara berkala di sejumlah titik wisata perairan dan area bermain air guna memastikan keamanan bagi pengunjung.

“Kami berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan. Karena dampaknya tidak hanya dirasakan lingkungan, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan ekonomi dari sektor pariwisata,” pungkas Jajat.***

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280