PALU, inakor.id – Di tengah transisi besar hukum nasional, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) dengan penuh khidmat pada Rabu (6/5/2026).

Upacara yang digelar di halaman kantor Kejati Sulteng ini menjadi momentum krusial bagi korps Adhyaksa untuk meneguhkan kembali komitmen mereka sebagai penjaga kedaulatan hukum.

banner 336x280

​Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, S.H., M.H., bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan amanat tertulis Jaksa Agung RI yang menekankan bahwa usia ke-75 PERSAJA adalah cermin dedikasi panjang dalam memperkuat institusi Kejaksaan sebagai pilar hukum Indonesia.

​Menjadi “Hiposentrum” Stabilitas Nasional
​Tahun ini, PERSAJA mengusung tema strategis: “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan Republik Indonesia dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional”. Tema ini menegaskan posisi organisasi sebagai motor penggerak moral, intelektual, dan profesional bagi seluruh Jaksa.

​Kajati Zullikar Tanjung mengingatkan bahwa PERSAJA bukan sekadar wadah organisasi profesi, melainkan ikatan batin yang menyatukan pola pikir Jaksa di seluruh Indonesia untuk membela kepentingan negara.

​Menjawab Tantangan KUHP 2026
​Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam peringatan tahun ini adalah pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru pada tahun 2026. Jaksa Agung melalui Kajati Sulteng menginstruksikan agar seluruh insan Adhyaksa segera beradaptasi dengan perubahan paradigma hukum yang kini lebih progresif.

​”PERSAJA dituntut menjadi wadah aspirasi yang responsif dalam mendukung transformasi sistem hukum nasional. Kita harus mengedepankan pendekatan yang lebih humanis, restoratif, dan berorientasi pada keadilan substantif,” tegas Zullikar dalam amanatnya.

​Integritas di Tengah Kepercayaan Publik
​Di bawah langit Kota Palu, pesan mengenai integritas bergema kuat. Di saat Kejaksaan meraih tingkat kepercayaan publik yang tinggi, PERSAJA diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kode etik dan nilai-nilai kejujuran.

​Upacara yang diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU), para Kepala Kejaksaan Negeri, dan seluruh pegawai ini berlangsung tertib. Acara ditutup dengan gaungan komitmen bersama yang menggetarkan halaman kantor Kejati Sulteng:

​“DIRGAHAYU PERSAJA! PERSAJA SOLID, KEJAKSAAN BERINTEGRITAS, INDONESIA BERDAULAT.” (Jamal)

banner 336x280