Pangandaran, inakor.id – Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran bekerja sama dengan DKM Al-Ikhlas menggelar program ULAS (Ulin Anak Syariah) di Dusun Pasirtenjo, Desa Bojong, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mengisi masa libur sekolah dengan aktivitas edukatif yang menggabungkan permainan tradisional dan pembinaan keagamaan.
Program yang berlangsung selama libur sekolah, mulai 29 Juni hingga 5 Juli 2026, itu bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus mencegah kebiasaan negatif, seperti berkendara sepeda motor di bawah umur.
Bendahara Umum Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran, Ust. Abdul Muiz Ali Mubarok atau yang akrab disapa Ust. Amam, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai langkah preventif dalam membentuk karakter anak sejak dini.
“Kegiatan liburan panjang anak sekolah ini kami gagas sebagai langkah antisipasi agar anak-anak terhindar dari kecanduan gadget dan kebiasaan berkendara motor di bawah umur yang sangat berbahaya,” ujar Ust. Amam, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, selama mengikuti program, seluruh peserta berada dalam pendampingan panitia selama 24 jam sehingga setiap aktivitas dapat dipantau secara maksimal.
“Selama program berlangsung, anak-anak dipantau dan diawasi penuh oleh panitia selama 24 jam. Kami ingin memberikan pengalaman liburan yang bermanfaat melalui pengenalan berbagai permainan tradisional, mulai dari gatrik, berenang di sungai, pecle, sapintrong, hingga permainan congklak,” katanya.
Selain mengenalkan permainan tradisional, peserta juga dibiasakan menjalankan berbagai aktivitas keagamaan sebagai bagian dari pembentukan karakter. Kegiatan tersebut meliputi salat Duha, salat Tahajud, serta pengajian rutin pada waktu Subuh dan malam hari.
Ust. Amam menjelaskan, perpaduan antara permainan tradisional, pembiasaan ibadah, dan pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi alternatif positif bagi anak-anak selama masa liburan sekolah.
Program ULAS juga mendapat dukungan dari Sekolah Alam Pangandaran dan Dumay. Melalui kolaborasi tersebut, penyelenggara berharap kegiatan serupa dapat menjadi model pembinaan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga berakhlak baik, kuat secara spiritual, serta tetap mencintai budaya dan permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi digital.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan