Pangandaran, inakor.id – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin mendesak Pemerintah Kabupaten Pangandaran segera membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani potensi dampak lingkungan akibat insiden tongkang bermuatan batu bara di kawasan Pantai Sukaresik.
Menurut Asep, tindak lanjut tersebut penting dilakukan menyusul rapat koordinasi dan dengar pendapat yang telah digelar pada 22 Juni lalu. Ia menilai pemerintah daerah harus bergerak cepat dengan melakukan langkah-langkah preventif guna meminimalkan risiko pencemaran.
“Karena ini menyangkut wilayah laut, pemerintah daerah harus segera melakukan aksi nyata untuk mengurangi dan meminimalisasi pencemaran. Hasil rapat koordinasi tanggal 22 Juni itu harus ditindaklanjuti dengan pembentukan satgas agar jelas siapa yang bertanggung jawab dalam penanganannya,” kata Asep, Selasa (30/6/2026).
Selain membentuk satgas, DPRD juga meminta pemerintah mulai menghitung potensi dampak ekonomi, lingkungan, dan kesehatan yang mungkin ditimbulkan akibat insiden tersebut. Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai dasar penyusunan kebijakan penanganan.
Asep menegaskan, persoalan ini sudah sepatutnya diperlakukan sebagai kondisi darurat mengingat adanya potensi pencemaran bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dapat mengancam masyarakat maupun ekosistem laut.
Ia mengingatkan, apabila hasil laut tercemar logam berat seperti merkuri atau mangan lalu dikonsumsi masyarakat, dampaknya dapat membahayakan kesehatan.
“Kalau hasil laut kita tercemar merkuri atau mangan kemudian dikonsumsi manusia, dampaknya sangat luar biasa. Bisa menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan berisiko menyebabkan cacat fisik maupun mental pada janin. Karena itu edukasi kepada masyarakat juga harus segera dilakukan,” ujarnya.
Meski hasil uji laboratorium terhadap dugaan pencemaran belum keluar, Asep menilai pemerintah tetap harus mengedepankan langkah pencegahan. Ia meminta adanya pembatasan penyebaran material batu bara serta penyampaian informasi kepada masyarakat sebagai bentuk antisipasi.
Menurutnya, kondisi arus laut di perairan Pangandaran yang cukup kuat membuat material batu bara yang jatuh ke laut berpotensi terbawa ke berbagai arah sehingga memperluas area terdampak.
“Arus di kawasan pantai ini sangat kuat. Material batu bara yang jatuh tidak mungkin hanya berada di satu titik. Bisa terbawa ke barat, ke timur, bahkan ke tengah laut. Pemerintah daerah harus serius dan antisipatif karena dampaknya tidak hanya terhadap ekosistem dan biota laut, tetapi juga terhadap kesehatan manusia,” tegasnya.***
(Agit/ Agus Giantoro)



Tinggalkan Balasan