KOTA BANDUNG, inakor.id – Pecinta kuliner nusantara kini dapat menikmati sajian khas Semarang tanpa harus pergi ke Jawa Tengah. Cafe Manyung Bu Pat resmi hadir di Kota Bandung dengan membawa menu andalan kepala manyung, kuliner legendaris warisan keluarga yang telah berdiri sejak tahun 1969.

 

banner 336x280

Berlokasi di kawasan Bhumu Kiwari, Jalan Dr. Djunjunan Pasteur, Kota Bandung, Cafe Manyung Bu Pat menawarkan pengalaman kuliner khas pesisir Jawa Tengah dengan cita rasa autentik yang kaya rempah. Menu utamanya berupa mangut kepala manyung, olahan ikan asap berbumbu khas dengan perpaduan rasa gurih dan pedas yang menggugah selera.

 

Kuliner khas manyung ini menggunakan bahan utama ikan jambal roti segar dan ikan pari yang diasap terlebih dahulu, kemudian dimasak menggunakan racikan rempah-rempah turun-temurun keluarga. Proses pengasapan tradisional menghasilkan aroma khas yang menjadi daya tarik utama sajian tersebut.

 

Pemilik Cafe Manyung Bu Pat, Ibu Pat, mengungkapkan bahwa usaha kuliner keluarga tersebut berawal dari kebiasaan masyarakat Semarang yang mengasap ikan. Pada masa itu, bagian kepala ikan manyung kurang diminati dan sering tidak terjual. Sang ibu kemudian berinisiatif mengolah kepala ikan tersebut menjadi menu mangut dengan bumbu khas keluarga.

 

“Awalnya dari warga yang banyak mengasap ikan. Kepala ikan saat itu kurang laku, lalu ibu saya mencoba mengolahnya menjadi mangut kepala manyung dengan bumbu khas. Ternyata banyak yang suka dan berkembang hingga sekarang,” ujar Ibu Pat saat diwawancarai.

 

Ia menuturkan, setelah sang ibu meninggal dunia pada tahun 1999, dirinya melanjutkan usaha keluarga tersebut hingga berkembang semakin luas. Berbagai penghargaan pun berhasil diraih, di antaranya Juara 1 Kuliner Kota Semarang pada tahun 2008 serta penghargaan tingkat nasional di Jakarta pada tahun 2018. Menu mangut kepala manyung bahkan disebut menjadi salah satu ikon kuliner khas Jawa Tengah.

 

“Alhamdulillah, kepala manyung mangut menjadi juara di tingkat nasional dan dikenal sebagai ikon kuliner Jawa Tengah,” katanya.

 

Menurut Ibu Pat, kehadiran Cafe Manyung Bu Pat di Bandung menjadi langkah pertama ekspansi kuliner legendaris tersebut di luar Semarang. Bandung dipilih karena dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata kuliner di Indonesia.

 

“Harapannya masyarakat Bandung bisa mengenal dan menikmati kuliner khas manyung ini. Tidak hanya manyung, kami juga menyediakan berbagai menu rumahan seperti sayuran, pepes, botok, dan aneka gorengan,” tambahnya.

 

Selain menghadirkan cita rasa khas nusantara, Cafe Manyung Bu Pat juga dilengkapi fasilitas ruang makan yang nyaman dan area parkir yang luas. Sehingga cocok dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga maupun sahabat.

 

Dengan pengalaman lebih dari lima dekade, Cafe Manyung Bu Pat optimistis dapat memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional Semarang kepada masyarakat Bandung dan wisatawan.

 

“Kalau belum kenal maka belum sayang. Harus mencoba langsung rasanya,” ujar Ibu Pat.

 

Pihaknya juga berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat serta Pemerintah Kota Bandung. Agar kuliner tradisional khas Jawa Tengah tersebut semakin dikenal luas dan berkembang di Kota Kembang.***

 

(Wawat S)

banner 336x280