Kabupaten Bandung, inakor.id – Subdepartemen Keperawatan Anak, Departemen Keperawatan Maternitas dan Anak, Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar kegiatan Family Empowerment for Child Health melalui Gebyar Pemeriksaan Tumbuh Kembang dan Optimalisasi Kesehatan Anak di Desa Sagaracipta, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 50 anak usia 0–6 tahun bersama 50 orang tua atau pendamping. Kegiatan bertujuan meningkatkan deteksi dini tumbuh kembang anak sekaligus mendorong pemberdayaan keluarga dan literasi kesehatan di masyarakat.

banner 336x280

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Fakultas Keperawatan Unpad dengan Puskesmas Sagaracipta dan Pemerintah Desa Sagaracipta. Pelaksanaannya melibatkan seluruh dosen Subdepartemen Keperawatan Anak, mahasiswa Magister Keperawatan Peminatan Keperawatan Anak, serta mahasiswa Sarjana Keperawatan peserta magang MBKM.

Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan dan skrining tumbuh kembang anak menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Selain itu, peserta juga mendapatkan konseling kesehatan, edukasi keluarga mengenai stimulasi perkembangan, gizi, serta pemantauan kesehatan anak.

 

Tim Fakultas Keperawatan Unpad berfoto bersama usai pelaksanaan kegiatan Gebyar Pemeriksaan Tumbuh Kembang dan Optimalisasi Kesehatan Anak di Desa Sagarcipta, Kabupaten Bandung. Foto : Dok/ Inakor
Dosen dan tim pelaksana Fakultas Keperawatan Unpad berfoto bersama dalam rangkaian kegiatan Family Empowerment for Child Health di Desa Sagaracipta. Foto : Dok/ Inakor

 

Ketua Pelaksana, Dr. Ikeu Nurhidayah, M.Kep., Ns.Sp.Kep.An, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya hambatan tumbuh kembang anak.

Menurutnya, kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan keluarga dalam mendukung proses tumbuh kembang anak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong keluarga agar lebih berdaya dan memiliki literasi kesehatan yang baik. Orang tua diharapkan mampu mengenali kebutuhan tumbuh kembang anak, memberikan stimulasi yang tepat, serta melakukan pemantauan secara berkelanjutan di rumah,” ujar Ikeu.

 

Hasil Pemeriksaan Ditindaklanjuti Puskesmas

Ikeu mengatakan, hasil pemeriksaan dan skrining tumbuh kembang anak selanjutnya akan disampaikan kepada Puskesmas Sagarcipta untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

“Pemeriksaan ini bukan hanya kegiatan sesaat. Kami ingin memastikan adanya kesinambungan pelayanan melalui kerja sama dengan puskesmas dan pemerintah desa, sehingga anak-anak yang membutuhkan pemantauan atau pemeriksaan lanjutan dapat memperoleh tindak lanjut yang tepat,” jelasnya.

Selain pemeriksaan, orang tua juga mendapatkan konseling dan edukasi mengenai stimulasi perkembangan sesuai usia, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya pengasuhan yang mendukung kesehatan dan perkembangan anak.

 

Dukung SDGs dan Semangat Unpad Berdampak

Kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui semangat Unpad Berdampak dan FKEP Berdampak, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan anak melalui pemberdayaan keluarga dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemeriksaan saja, tetapi memberikan dampak nyata bagi keluarga dan masyarakat. Keluarga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik akan lebih mampu mendukung anak-anak tumbuh sehat dan berkembang optimal,” pungkas Ikeu.***

(AG/ Redaksi)

banner 336x280