Pangandaran, inakor.id – Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyiapkan sekitar 90 tandon air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Langkah ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga musim hujan tiba.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan baru mulai pada November atau Desember 2026. Karena itu, pemerintah daerah terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

banner 336x280

Hal tersebut disampaikan Citra saat memberikan keterangan mengenai penanganan krisis air bersih di Kabupaten Pangandaran, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, penanganan kekeringan dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari ikhtiar spiritual, pembangunan sumur bor, distribusi air bersih, hingga penyediaan tandon air di desa-desa terdampak.

 

Pemkab Gelar Salat Istisqa

Citra menjelaskan, pemerintah daerah telah menggelar Salat Istisqa tingkat kabupaten sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan. Sebelumnya, imbauan pelaksanaan salat serupa juga telah disampaikan kepada masyarakat di tingkat kecamatan.

“Ini merupakan ikhtiar batiniah kita, meminta kepada Allah agar segera diturunkan hujan,” ujar Citra.

Ia berharap, doa bersama yang dilakukan pemerintah dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

 

Puluhan Sumur Bor Disiapkan

Selain upaya spiritual, Pemkab Pangandaran juga melakukan penanganan secara teknis melalui pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat dan mendukung sektor pertanian.

Citra menyebutkan, pemerintah daerah bersama Kodim dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membangun sembilan sumur bor.

Selain itu, terdapat 20 sumur bor irigasi yang berasal dari Dinas Pertanian untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan persawahan. Sebanyak 10 sumur bor lainnya ditempatkan di sekitar permukiman warga sebagai sumber air baku.

Pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembangunan 37 sumur bor irigasi tambahan untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.

“Untuk pertanian, kita juga menyiapkan 37 sumur bor irigasi agar lahan pertanian tidak sampai mengalami puso,” kata Citra.

 

Enam Mobil Tangki Distribusikan Air Bersih

Untuk memenuhi kebutuhan air warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, pemerintah daerah mengoptimalkan distribusi air bersih menggunakan enam armada mobil tangki.

Distribusi dilakukan melalui kerja sama sejumlah instansi, di antaranya PDAM, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta dukungan tambahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Menurut Citra, kerja sama lintas instansi tersebut diperlukan agar bantuan air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan selama musim kemarau masih berlangsung.

 

Tandon Air Disiapkan di Desa Terdampak

Untuk memperkuat penanganan kekeringan, Pemkab Pangandaran juga merencanakan pengadaan sekitar 90 tandon air yang akan ditempatkan di desa-desa terdampak.

Rencana tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Sebab, dampak kekeringan tidak selalu terjadi secara merata di seluruh wilayah desa, tetapi dapat terkonsentrasi di dusun-dusun tertentu.

“Rencananya akan ada sekitar 90 tandon air, dengan estimasi dua tandon untuk setiap desa terdampak. Jadi nanti yang terdampak bisa langsung mengambil air bersih dari tandon tersebut,” jelas Citra.

Keberadaan tandon diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap air bersih, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan sumber air terbatas.

Meski demikian, Citra mengakui upaya penanganan kekeringan masih menghadapi keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia memastikan, berdasarkan kondisi yang dipaparkan pemerintah daerah, pasokan air bagi masyarakat Pangandaran secara umum masih dapat tercukupi, meskipun penanganan tetap diperlukan di wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.

Pemkab Pangandaran pun terus mengupayakan langkah penanganan selama musim kemarau, sembari menunggu datangnya musim hujan yang diperkirakan mulai pada akhir tahun 2026.***

 

(Agit/ Agus Giantoro)

banner 336x280