banner 336x280

​Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah ruas jalan utama mengalami peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan.

​”Beberapa ruas jalan, salah satunya di Jalan Pasir Kumeli, menunjukkan peningkatan kendaraan hingga relatif padat,” kata Endang saat memberikan keterangan.

​Menurut Endang, kondisi tersebut dipicu oleh dua faktor utama:

​Penyesuaian Masyarakat: Warga dan pengguna jalan dinilai belum terbiasa dengan skema pengalihan arus lalu lintas yang baru diterapkan.

​Pemilihan Jalur Alternatif: Masyarakat masih dalam tahap menentukan dan memilih rute alternatif yang paling efektif dan lancar untuk dilalui.

​Evaluasi dan Penyiapan Rute

​Selain Jalan Pasir Kumeli, kepadatan arus lalu lintas juga terpantau di beberapa titik strategis lainnya, antara lain:

​Jalan Kolonel Masturi (mulai dari simpang Alun-alun ke arah atas), ​Jalan Daeng, ​Sepanjang Jalan Amir Machmud

​Merespons kondisi tersebut, pihak Dishub telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Opsi penyesuaian arus, seperti pemberlakuan sistem satu arah maupun dua arah di titik-titik tertentu, akan dikaji kembali guna memastikan kelancaran lalu lintas di hari berikutnya.

​Penebalan Personel di Jam Puncak

​Untuk mengamankan jalannya rekayasa lalu lintas ini, sekitar 100 personel gabungan dikerahkan di 24 titik penjagaan (gatur). Tim gabungan ini terdiri dari:

​73 personel dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi, ​20 personel dari kepolisian, Personel pendukung dari unsur TNI

​Guna mengantisipasi kemacetan pada jam-jam sibuk (pagi dan sore hari), Dishub akan menambah dan mempertebal jumlah personel di titik-titik rawan kemacetan. Pengawasan di lapangan juga diterapkan secara terus-menerus selama 24 jam dengan sistem pembagian tiga shift kerja untuk memastikan tidak ada kekosongan petugas di lapangan.

banner 336x280